sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Prabowo Sebut Penertiban Kawasan Hutan Berat, Waspadai Ancaman

News editor Binti Mufarida
06/10/2026 22:33 WIB
Prabowo menegaskan sangat menghargai jajarannya yang tidak mundur dan gentar demi memperjuangkan kepentingan rakyat.
Prabowo Sebut Penertiban Kawasan Hutan Berat, Waspadai Ancaman
Prabowo Sebut Penertiban Kawasan Hutan Berat, Waspadai Ancaman

IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto mengatakan tantangan dalam upaya penertiban kawasan hutan berat. Ancaman dan gertakan dipastikan akan selalu ada di tengah perjuangan memberantas praktik korupsi hingga perampokan kekayaan negara.

Oleh sebab itu, Prabowo menegaskan sangat menghargai jajarannya yang tidak mundur dan gentar demi memperjuangkan kepentingan rakyat. Namun, di satu sisi, ia menekankan yang tidak ingin terus berada di jalan yang benar bisa segera meninggalkan barisan pemerintahannya.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri penyerahan denda administratif dan penyelamatan keuangan negara senilai Rp13.241.335.681.910,13 serta penguasaan kembali kawasan hutan seluas 259.230,73 hektare di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (6/10/2026). 

"Saya persilakan, saudara-saudara dalam Satgas ini (Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan) atau dalam jajaran pemerintahan saya, siapa yang tidak mau terus di atas jalan yang benar, saya persilakan saudara minggir dengan baik," ujar Prabowo.

Menurutnya, upaya pemerintah menertibkan pengelolaan kekayaan negara memang selalu menghadapi perlawanan, terutama dari pihak-pihak yang selama ini menikmati praktik korupsi dan kecurangan.

Hal ini dinilai berlaku dalam semua sektor yang sudah mengakar di Tanah Air, baik penyelundupan, penyebaran narkotika, hingga penipuan dan perampokan kekayaan negara.

"Sepanjang sejarah manusia akan selalu ada pertentangan antara mereka yang di atas jalan yang benar, mereka yang ingin membela kebenaran, keadilan, kejujuran, dan mereka yang ingin membela kejahatan. Tantangan ini selalu ada, kita paham itu," jelasnya.

Prabowo pun meminta jajarannya menentukan sikap dalam menghadapi tantangan tersebut. Prabowo menegaskan, dalam pemerintahannya, jalan yang dipilih adalah kebenaran dan tidak akan pernah menyerah kepada pihak-pihak yang serakah serta tidak setia kepada bangsa dan rakyat Indonesia.

"Pilihannya adalah pada diri kita, apakah kita berani memilih jalan kebenaran atau kita menyerah kepada kekuatan yang serakah, kekuatan yang tidak setia kepada bangsa ini, kekuatan yang menghina rakyat, kekuatan yang bekerja agar Indonesia terus miskin," katanya.

Prabowo mengaku mengetahui adanya tekanan dan ancaman yang diterima sejumlah pihak yang terlibat dalam upaya penertiban tersebut. Bahkan, kata dia, ancaman tidak hanya ditujukan kepada individu, tetapi juga kepada keluarga mereka.

Meski demikian, Prabowo mengapresiasi jajaran yang tetap bertahan dan tidak mundur dalam menjalankan tugas. Ia berterima kasih kepada mereka yang memilih tetap berjuang bersama pemerintah untuk mengamankan kekayaan negara dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Prabowo juga menegaskan dirinya tidak gentar menghadapi serangan dari pihak-pihak yang menentang kebijakan pemerintah. Ia mengatakan pemerintah akan tetap berjalan meski menghadapi serangan di media sosial maupun aksi demonstrasi yang menurutnya dibiayai oleh kelompok tertentu.

"Percayalah kebenaran akan menang, percayalah kita di atas jalan yang benar, kita tidak ragu-ragu, biar mereka punya uang ratusan triliun, mereka bayar buzzer, mereka serang kita di sosmed, mereka mau biayai demonstrasi, kita tidak gentar," kata Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengapresiasi kerja Satgas PKH yang telah menyelamatkan dan mengamankan kekayaan negara. Hingga saat ini total uang tunai yang berhasil dikembalikan ke Kementerian Keuangan sekitar Rp52 triliun atau USD3 miliar.

(Nur Ichsan Yuniarto)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement