sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Permudah Proses Kepabeanan, FedEx Siapkan Platform Khusus Pengiriman Ekspor-Impor

News editor Kurnia Nadya
12/10/2026 15:24 WIB
Melalui platform ini, para importir dapat mengelola berbagai tahapan proses kepabeanan dalam satu platform digital.
Permudah Proses Kepabeanan, FedEx Siapkan Platform Khusus Pengiriman Ekspor-Impor. (Foto: FedEx)
Permudah Proses Kepabeanan, FedEx Siapkan Platform Khusus Pengiriman Ekspor-Impor. (Foto: FedEx)

IDXChannel—Perusahaan transportasi ekspres dunia, Federal Express Corporation (FedEx), menghadirkan platform kepabeanan, FedEx Import Tool, untuk memperkuat layanan digital dalam pengiriman impor. 

FedEx Import Tool merupakan bagian dari rangkaian solusi digital yang dihadirkan FedEx  untuk menyederhanakan proses pengiriman internasional dan kepabeanan bagi importir maupun eksportir.

Platform ini telah diperbarui dengan integrasi fitur pembayaran bea masuk dan pajak, serta perluasan ketersediaan layanan ke sembilan pasar di Asia-Pasifik. FedEx Import Tool dirancang untuk mempermudah pekerjaan administratif para importir. 

Melalui platform ini, para importir dapat mengelola berbagai tahapan proses kepabeanan dalam satu platform digital, mulai dari pengiriman dokumen, pemantauan proses kepabeanan dan status pengiriman, hingga pembayaran bea masuk dan pajak. 

Integrasi fitur pembayaran bea masuk dan pajak diharapkan dapat membantu mengurangi potensi keterlambatan dalam proses kepabeanan sekaligus memberikan visibilitas yang lebih baik terhadap status pengiriman impor.

Volume perdagangan impor ke kawasan Asia Pasifik meningkat sekitar 15 persen secara tahunan pada kuartal I–2026. Di saat yang sama, lebih dari sepertiga perusahaan di kawasan tersebut menjalankan beberapa jalur rantai pasok secara bersamaan untuk mengurangi risiko gangguan operasional. 

Peningkatan volume perdagangan dan kompleksitas rantai pasok ini menjadikan kelancaran proses kepabeanan semakin penting dalam menjaga kesinambungan distribusi barang dan ketersediaan persediaan.

Dalam proses impor, ketidaklengkapan dokumen, informasi, maupun pembayaran dapat menghambat penyelesaian proses kepabeanan dan memperlambat pengeluaran barang. 

FedEx Import Tool dirancang untuk membantu importir mengantisipasi kebutuhan tersebut melalui proses digital yang lebih terintegrasi, sehingga pelanggan dapat memantau perkembangan pengiriman dan menindaklanjuti persyaratan yang diperlukan secara tepat waktu.

FedEx Import Tool kini tersedia bagi pelanggan di sembilan pasar Asia Pasifik, meliputi Indonesia, Australia, Selandia Baru, Jepang, Korea Selatan, Filipina, Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Adapun fitur utama FedEx Import Tool meliputi:

  • Akses daring yang fleksibel untuk mengelola kebutuhan kepabeanan, baik bagi pemegang akun FedEx maupun penerima kiriman tanpa akun
  • Pelacakan real-time untuk memantau status pengiriman dan proses kepabeanan
  • Notifikasi otomatis melalui SMS, email, atau media sosial terkait persyaratan dan tindakan lanjutan yang perlu dipenuhi
  • Pengelolaan dokumen digital untuk menyederhanakan administrasi dan mengurangi penanganan dokumen secara manual
  • Pembayaran terintegrasi melalui kartu kredit, dompet digital, atau transfer bank tanpa perlu masuk ke akun
  • Unduh dokumen sesuai kebutuhan untuk mempermudah pengarsipan dan mendukung pemenuhan persyaratan kepatuhan

“Pelaku usaha saat ini menghadapi kompleksitas yang semakin tinggi dalam memenuhi regulasi kepabeanan, persyaratan dokumentasi, dan prosedur impor di berbagai pasar,” ujar Presiden FedEx untuk kawasan Asia Pasifik, Salil Chari, dalam keterangan resminya, Senin (12/10/2026). 

Dengan persyaratan yang terus berkembang, lanjutnya, pelanggan membutuhkan solusi yang lebih sederhana dan transparan untuk mengelola proses kepabeanan impor. 

FedEx Import Tool yang telah ditingkatkan memberikan visibilitas dan kendali yang lebih baik di setiap tahapan proses impor, sehingga membantu pelaku usaha menjalankan perdagangan lintas negara.

FedEx juga menyediakan FedEx Ship Manager™, solusi digital yang membantu usaha kecil (UMKM) mengelola pengiriman secara lebih efisien. Platform ini kini dilengkapi dengan fitur berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang terintegrasi untuk membantu meningkatkan akurasi dokumentasi dan mendukung kelancaran proses kepabeanan.

Selain itu, FedEx terus mengembangkan kapabilitas digitalnya melalui Customs AI, chatbot berbasis AI yang membantu pelanggan menyusun deskripsi produk secara lebih akurat, serta Harmonized Tariff Schedule (HTS) Code Lookup. 

Fitur yang memanfaatkan teknologi machine learning ini membantu pelanggan mengidentifikasi klasifikasi tarif yang sesuai dan mengurangi risiko kesalahan dokumentasi yang berpotensi menyebabkan keterlambatan pengiriman.

Berbagai inovasi tersebut merupakan bagian dari upaya FedEx dalam meningkatkan efisiensi rantai pasok dan membantu pelanggan beradaptasi dengan dinamika perdagangan global yang terus berkembang.

(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement