"Dari operator seluler kita sudah mendapatkan informasi dan informasi itu sudah diteruskan kepada SAR dan sudah diproses, berupa kontak terakhir di Pulau Sebesi," katanya.
Pemantauan jejak komunikasi dilakukan setelah Kemkomdigi menerima informasi mengenai rombongan yang hilang kontak saat berada di perairan Selat Sunda.
Komdigi juga memantau informasi yang beredar di ruang digital berkenaan dengan insiden hilangnya rombongan jurnalis dan warga di perairan Selat Sunda.
Nezar mengimbau warga memverifikasi informasi yang beredar platform digital serta menjadikan informasi resmi dari tim yang terlibat langsung dalam operasi pencarian sebagai rujukan utama.
Rombongan yang terdiri atas lima jurnalis, dua anak buah kapal, dan seorang pemandu itu berada di perairan Selat Sunda dalam rangka menjalankan tugas jurnalistik untuk memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Pada hari kelima pencarian, Sabtu lalu (12/9/2026) area pencarian diperluas untuk mencari tahu keberadaan mereka.
Tim SAR Banten didukung personel TNI Angkatan Laut dan Polairud mengerahkan 14 kapal serta satu helikopter untuk menelusuri titik-titik tempat mereka kemungkinan berada.
(Nur Ichsan Yuniarto)