Selain memperkenalkan kuliner Nusantara, Paviliun S’RASA akan memfasilitasi business matching antara pelaku usaha Indonesia dan pembeli dari luar negeri. Agenda ini membuka peluang bagi produsen lokal untuk menjalin kerja sama sekaligus memperluas jangkauan pasar produk pangan dan rempah Indonesia.
Kemendag juga menyiapkan penandatanganan 13 nota kesepahaman (MoU) dengan mitra bisnis dari lima negara, yakni Belanda, Jepang, Inggris, Amerika Serikat, dan Australia. Kerja sama tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperluas akses produk kuliner dan rempah Indonesia ke pasar internasional.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, mengatakan Paviliun S’RASA dirancang agar pengunjung dapat mengenal produk Indonesia melalui sajian kuliner sekaligus melihat peluang bisnis yang bisa dikembangkan.
“Kami ingin pengunjung melihat Paviliun S’RASA sebagai sebuah pengalaman, bukan sekadar stan pameran. Setiap menu memiliki cerita dan didukung oleh penggunaan produk Indonesia yang dapat membuka peluang bisnis. Paviliun S’RASA dirancang agar pengunjung dapat melihat, mencicipi, dan berinteraksi langsung dengan kekayaan kuliner Indonesia,” ujar Fajarini.
Menurut dia, S’RASA tidak hanya mempromosikan makanan, tetapi juga memperkenalkan identitas dan warisan budaya Indonesia melalui jejaring restoran Indonesia di berbagai negara. Upaya ini turut mendorong penggunaan produk pangan, bumbu, dan rempah Nusantara dalam industri kuliner internasional.