“Persoalan karhutla ini adalah tanggung jawab lintas sektor yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Mari kita satukan langkah, bukan sekadar untuk memulihkan jadwal transportasi, tetapi demi memastikan kesehatan dan keselamatan masyarakat secara berkelanjutan,” katanya.
Sebagai informasi, berdasarkan data Kementerian Perhubungan, dari total 1.673 penerbangan yang terdampak, sebanyak 745 penerbangan mengalami keterlambatan, 907 penerbangan dibatalkan atau ditunda, 15 penerbangan dialihkan ke bandara lain, dan enam penerbangan kembali ke bandara keberangkatan.
Langkah penyesuaian operasional penerbangan ini terpaksa dilakukan karena jarak pandang berada di bawah batas minimum operasional, sebagai bentuk upaya perlindungan maskapai terhadap keselamatan seluruh penumpang dan awak pesawat.
(Nur Ichsan Yuniarto)