sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Istana Beri Respons soal Isu Pratikno Sakit dan Mundur dari Kursi Menko PMK

News editor Binti Mufarida
11/08/2026 13:30 WIB
Mensesneg Prasetyo Hadi merespons kabar Menko PMK Pratikno tengah sakit dan akan mengundurkan diri dari jabatannya.
Istana Beri Respons soal Isu Pratikno Sakit dan Mundur dari Kursi Menko PMK. (Foto Binti M/IMG)
Istana Beri Respons soal Isu Pratikno Sakit dan Mundur dari Kursi Menko PMK. (Foto Binti M/IMG)

IDXChannel - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi merespons kabar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno tengah sakit dan akan mengundurkan diri dari jabatannya.

Prasetyo pun membantah kabar tersebut. Dia mengaku belum mendengar informasi mengenai kondisi kesehatan maupun rencana pengunduran diri Pratikno dari posisi Menko PMK.

“Apa lagi itu? Kata siapa lagi itu? Saya belum dengar, saya belum dengar,” kata Prasetyo kepada awak media di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Saat ditanya lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan Pratikno, Prasetyo memastikan Menko PMK tersebut dalam kondisi sehat. Dia juga menegaskan tidak ada informasi yang diterimanya mengenai Pratikno sedang sakit.

“Sehat, yang saya tahu sehat. Enggak ada kabar bahwa beliau sedang sakit,” ujarnya.

Prasetyo juga membantah kabar Pratikno akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menko PMK. “Apa mengundurkan diri lagi, sakit aja enggak, mengundurkan diri. Belum ada,” katanya.

Sebelumnya, Prasetyo sempat menegaskan hingga saat ini belum ada rencana perombakan atau reshuffle Kabinet Indonesia Maju. Namun, apabila perubahan kabinet dilakukan, pemerintah menyebut pengisian jabatan yang masih kosong akan menjadi prioritas.

“Ini pertanyaan setiap minggu, setiap bulan. Nah masalah reshuffle juga perlu kami sampaikan bahwa sampai hari ini belum ada rencana reshuffle Kabinet Indonesia Maju,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Meski demikian, Prasetyo membuka kemungkinan adanya perubahan susunan kabinet apabila diperlukan. Menurutnya, fokus utamanya adalah mengisi posisi yang saat ini kosong karena berbagai alasan.

“Sekali lagi, kalaupun kemudian akan ada terjadi perubahan atau diistilahkan reshuffle, barangkali prioritasnya adalah kepada mengisi jabatan-jabatan yang oleh karena sesuatu hal saat ini jabatan-jabatan itu kosong,” katanya.

Dia mencontohkan posisi Wakil Menteri Pertanian yang saat ini kosong. Selain itu, terdapat pula jabatan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang disebut perlu diisi. “Contohnya adalah Wakil Menteri Pertanian, kemudian Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Jadi itu kalau mengenai masalah reshuffle,” kata dia.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement