"Iran tidak mencari perang, tetapi akan mempertahankan diri dari tekanan, ancaman, dan serangan," kata Pezeshkian dalam wawancara dengan CBS.
Upaya diplomasi sebelumnya belum berhasil mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari setelah serangan AS dan Israel. Konflik tersebut berlangsung dalam pola jeda dan serangan kembali, menewaskan ribuan orang, melemahkan kekuatan konvensional Iran, serta memperburuk kondisi ekonominya.
Di sisi lain, ketegangan regional terus meningkat setelah koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan telah mencegat dua pesawat nirawak yang diluncurkan kelompok Houthi yang didukung Iran menuju Riyadh.
(Rahmat Fiansyah)