sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Indonesia Rawan Bencana, Menko PMK Tekankan Pentingnya Penguatan Respons Masyarakat

News editor Tangguh Yudha
12/08/2026 17:46 WIB
Pratikno mengatakan kecepatan dalam merespons peringatan dini menjadi salah satu kunci untuk meminimalkan risiko dan dampak bencana.
Indonesia Rawan Bencana, Menko PMK Tekankan Pentingnya Penguatan Respons Masyarakat. (Foto: MNC Media)
Indonesia Rawan Bencana, Menko PMK Tekankan Pentingnya Penguatan Respons Masyarakat. (Foto: MNC Media)

IDXChannel—Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, menekankan pentingnya penguatan respons cepat masyarakat dalam menghadapi bencana

Menurutnya, kecepatan dalam merespons peringatan dini menjadi salah satu kunci untuk meminimalkan risiko dan dampak bencana, mengingat Indonesia merupakan negara yang menghadapi berbagai risiko bencana.

"Kita menekankan pentingnya aksi cepat dalam merespons peringatan dini. Jadi tentu saja ilmu pengetahuan, teknologi, manajemen, best practices dari berbagai negara perlu saling berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam rangka untuk meminimalkan risiko bencana," kata Pratikno saat membuka pameran Emergency Disaster Reduction & Rescue Expo (EDRR) Indonesia 2026, Rabu (12/8/2026).

Dia mengatakan Indonesia merupakan negara yang menghadapi berbagai risiko bencana, di antaranya banjir, tanah longsor, dan kekeringan yang dipengaruhi oleh fenomena El Niño. 

Pratikno menilai bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi diperlukan untuk meningkatkan kemampuan mitigasi dan penanggulangan bencana, yang dibarengi dengan kemampuan merespons secara cepat ketika peringatan dini disampaikan.

"Tentu saja kita butuh ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus terupdate, tapi yang lebih penting lagi juga adalah kita merespons secara cepat agar risiko dari bencana bisa diminimalisir," tuturnya.

Lebih jauh, Pratikno mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan membangun ketangguhan dalam menghadapi bencana. Ketangguhan tersebut, kata dia, perlu dibangun melalui masyarakat, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kelembagaan yang kuat.

"Mari kita sama-sama terus tingkatkan kesadaran masyarakat, kita bangun masyarakat yang tangguh, ilmu pengetahuan dan teknologi kita tangguh, kelembagaan kita tangguh, jadi kita semakin tangguh untuk menghadapi bencana sehingga bencana bisa kita minimalisir risikonya," pungkasnya.

Project Director EDRR Indonesia 2026, Sri Vista Lembong, mengatakan penguatan kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu perhatian dalam penyelenggaraan EDRR Indonesia 2026. 

Menurut Vista, Indonesia menghadapi beragam jenis bencana sehingga masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk merespons kondisi darurat, termasuk bencana yang terjadi dalam skala kecil seperti kebakaran.

"Jadi sebenarnya kalau ada bencana, bencana ini sebenarnya cukup banyak dan Indonesia ini bisa dibilang istilahnya jadi laboratorium bencana . Karena bencana di Indonesia ini sangat beragam. Bahkan hal kecil pun, seperti kebakaran dan lain-lain, itu kan bencana yang terjadi," ucapnya.

Vista menambahkan, EDRR tidak hanya menjadi ajang untuk memperkenalkan teknologi penanggulangan bencana kepada pelaku bisnis. Pameran tersebut juga dilengkapi dengan program konferensi yang melibatkan masyarakat, organisasi, dan lembaga terkait.

"Jadi memang di sini pamerannya B2B. Kami memperkenalkan teknologi, tapi makanya di dalamnya ada program konferensi yang melibatkan masyarakat atau organisasi ataupun lembaga-lembaga yang juga diharapkan bisa menyebarluaskan program-program seperti ini," tandasnya.


(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement