Di tengah dinamika situasi internasional saat ini, pasukan penjaga perdamaian PBB tetap dan akan terus memegang peranan penting dalam menjaga perdamaian dan keamanan dunia. Guna menciptakan perdamaian yang berkelanjutan, keberadaan mereka harus berjalan beriringan dengan penguatan solusi politik dan post-conflict peacebuilding.
Penyelenggaraan UNPM 2027 di Jakarta akan menjadi momentum bagi Indonesia untuk mendorong political commitments dan solusi bersama dalam menjawab tantangan pemeliharaan perdamaian, sekaligus memperkuat kerja sama antara negara anggota, negara kontributor pasukan, dan PBB.
Keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian PBB merupakan hal yang tidak dapat ditawar. Di tengah tantangan operasi yang semakin kompleks, keterbatasan sumber daya, serta berkembangnya ancaman terhadap personel di lapangan, penguatan perlindungan dan kemampuan operasi pemeliharaan perdamaian menjadi semakin penting untuk memastikan pelaksanaan mandat secara efektif.
Sebagai salah satu kontributor utama pasukan pemeliharaan perdamaian PBB, Indonesia turut menghadapi berbagai tantangan dan risiko tersebut.
Pada Maret–April 2026, empat peacekeepers Indonesia yang bertugas dalam UNIFIL gugur dalam rangkaian insiden di Lebanon. Risiko tersebut tidak mengurangi komitmen Indonesia untuk terus berkontribusi terhadap pemeliharaan perdamaian PBB, yang telah berlangsung selama lebih dari enam dekade.