sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

IMF Sebut Ekonomi Timteng Anjlok Tajam Imbas Perang, Irak dan Qatar Terparah

News editor Wahyu Dwi Anggoro
13/10/2026 15:15 WIB
Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas tajam proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk Timur Tengah dan Asia Tengah pada 2026.
IMF Sebut Ekonomi Timteng Anjlok Tajam Imbas Perang, Irak dan Qatar Terparah.
IMF Sebut Ekonomi Timteng Anjlok Tajam Imbas Perang, Irak dan Qatar Terparah.

IDXChannel - Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas tajam proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk Timur Tengah dan Asia Tengah pada 2026.

Dilansir dari AFP pada Selasa (13/10/2026), perang yang sedang berlangsung menyebabkan perekonomian terpuruk.

Dalam laporan World Economic Outlook terbarunya, IMF mengatakan perekonomian Timur Tengah dan Asia Tengah diproyeksikan menyusut sebesar 0,3 persen, dibandingkan dengan proyeksi pertumbuhan sebesar 1,9 persen enam bulan lalu.

"Penutupan Selat Hormuz lebih lama dibandingkan dengan asumsi dasar dalam laporan April," kata IMF.

Sejak perang dimulai pada akhir Februari dengan serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran, Teheran berupaya untuk mengendalikan Selat Hormuz, berulang kali menyerang kapal-kapal yang melintas tanpa izinnya.

Menurut IMF, negara-negara yang paling terdampak oleh gangguan pengiriman dan produksi minyak dan gas di kawasan Teluk adalah Irak, Kuwait, Qatar.

"Mereka diproyeksikan akan mengalami kontraksi ekonomi dua digit pada 2026," kata lembaga itu.

Produk domestik bruto (PDB) Arab Saudi diperkirakan mengalami kontraksi sebesar 3,3 persen tahun ini, sebelum pulih dan mencatat pertumbuhan sebesar 7,9 persen tahun depan.

Arab Saudi menggunakan jalur pipa minyak Timur-Barat untuk menghindari Selat Hormuz dan mengirimkan minyak mentah ke pantai Laut Merah.

Uni Emirat Arab, yang juga memiliki jalur pipa untuk mengindari Selat Hormuz, diproyeksikan mengalami kontraksi sebesar 3,9 persen.

Oman adalah satu-satunya negara di Teluk yang diperkirakan mencatat pertumbuhan ekonomi tahun ini, sebesar 2,4 persen.

IMF juga memproyeksikan kontraksi ekonomi di Iran, dengan penurunan PDB sebesar 7,6 persen sebagai akibat dari perang, blokade, dan sanksi AS. (Wahyu Dwi Anggoro)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement