Menurut IMF, negara-negara yang paling terdampak oleh gangguan pengiriman dan produksi minyak dan gas di kawasan Teluk adalah Irak, Kuwait, Qatar.
"Mereka diproyeksikan akan mengalami kontraksi ekonomi dua digit pada 2026," kata lembaga itu.
Produk domestik bruto (PDB) Arab Saudi diperkirakan mengalami kontraksi sebesar 3,3 persen tahun ini, sebelum pulih dan mencatat pertumbuhan sebesar 7,9 persen tahun depan.
Arab Saudi menggunakan jalur pipa minyak Timur-Barat untuk menghindari Selat Hormuz dan mengirimkan minyak mentah ke pantai Laut Merah.
Uni Emirat Arab, yang juga memiliki jalur pipa untuk mengindari Selat Hormuz, diproyeksikan mengalami kontraksi sebesar 3,9 persen.