sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Evaluasi Kebijakan Ganjil Genap Gajah Mada-Kota Tua, Dishub DKI Jakarta Pastikan Gandeng Pakar

News editor Zakky Mubarok Santosa
11/10/2026 12:47 WIB
Analisis kajian itu dilakukan menyusul adanya keluhan dari para pelaku usaha mengenai dampak kebijakan ini di sejumlah ruas jalan tersebut. 
Evaluasi Kebijakan Ganjil Genap Gajah Mada-Kota Tua, Dishub DKI Jakarta Pastikan Gandeng Pakar. (Foto: Istimewa)
Evaluasi Kebijakan Ganjil Genap Gajah Mada-Kota Tua, Dishub DKI Jakarta Pastikan Gandeng Pakar. (Foto: Istimewa)

"Ya, kan ada 25 ruas jalan ya, dan beberapa yang seperti yang menuju Hayam Wuruk, ke Kota, itu yang dipermasalahkan oleh beberapa pelaku usaha dan juga yang menuju ke Gunung Sahari, nah itu juga beberapa yang dikeluhkan juga oleh pelaku usaha. Nah, ini nanti akan kita kaji," kata Budi.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan segera mengkaji kebijakan ganjil genap di Jakarta, khususnya ruas Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk hingga Kota Tua. Kajian itu dilakukan lantaran adanya sejumlah masukan terkait dampak kebijakan tersebut. 

"Untuk ganjil-genap segera kita lakukan kajian. Memang bukan hanya di tempat yang tadi disampaikan, di Gajah Mada, Hayam Wuruk, sampai dengan Kota Tua, itu mereka merasakan dampak yang sudah cukup lama," kata Pramono kepada wartawan di Velodrome, Jakarta Timur, Minggu (4/10/2026).

Menurutnya, hasil kajian ini akan menjadi dasar Pemprov DKI Jakarta dalam menentukan kelanjutan kebijakan ganjil genap.

Pramono menilai perkembangan proyek MRT Jakarta menjadi salah satu pertimbangan dalam evaluasi kebijakan tersebut. Ia berharap pekerjaan konstruksi di permukaan dapat rampung pada 2027.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement