“Mengutamakan diplomasi sebagai jalan untuk membicarakan semua perbedaan. Kita tidak boleh kehilangan kata dan kesabaran untuk mencari jalan perdamaian melalui meja perundingan,” ujarnya.
Muzani mengatakan perdamaian membutuhkan keberanian untuk menahan diri, kesediaan mendengar dan kemampuan menempatkan kehidupan manusia di atas ambisi kekuasaan.
“Dunia tidak membutuhkan perang, dunia membutuhkan keberanian untuk berdamai,” tuturnya.
Dalam pidatonya, Muzani juga menyinggung sikap politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Menurutnya, Indonesia harus bebas menentukan pendirian berdasarkan kepentingan nasional dan tidak memihak salah satu blok.
(kunthi fahmar sandy)