Ketua Umum HIPPINDO, Budihardjo Iduansjah, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen HIPPINDO untuk mendukung penguatan UMKM di pasar domestik maupun ekspor.
Sebanyak 4.100 barcode itu diserahkan bertepatan dengan penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 dan Pangan Nusa 2026.
Salah satu UMKM penerima fasilitas tersebut adalah Peyek Nyai. Founder Peyek Nyai, Yessi Calissa, menilai standardisasi dan sertifikasi produk menjadi langkah penting untuk menembus jaringan ritel modern dan pasar global.
“Fasilitas barcode internasional yang kami terima sangat membantu Peyek Nyai dalam meningkatkan kesiapan produk dan profesionalisme untuk menembus pasar retail modern maupun global,” ujar Yessi.
Yessi berharap Kemendag dapat melanjutkan program serupa, termasuk memperluas akses ritel ke berbagai kota dan menyediakan pendampingan sertifikasi Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP).
(Kidung Dhia)