"Batuan yang telah mengalami pelapukan maupun sedimen permukaan berpotensi memperkuat guncangan gempa bumi," ujar Lana dalam keterangan resmi, Sabtu (15/8/2026).
Berdasarkan data tapak lokal Vs30, kawasan sekitar episentrum gempa terklasifikasi dalam beberapa kelas tanah, yakni Kelas Tanah C yang merupakan tanah sangat padat atau batuan lunak, Kelas Tanah D atau tanah sedang, serta Kelas Tanah E atau tanah lunak.
Lana menjelaskan, keberadaan kelas tanah yang lebih lunak dapat menyebabkan guncangan gempa terasa lebih intens di permukaan. "Keberadaan kelas tanah yang lebih lunak ini berarti potensi guncangan gempa bumi di area tersebut terasa lebih intens," katanya.
Selain faktor kondisi geologi, gempa tersebut diketahui memiliki mekanisme sesar naik yang berasosiasi dengan Zona Sesar Naik Busur Belakang Flores atau Flores Back Arc Thrust. Badan Geologi menyatakan wilayah tersebut termasuk dalam Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi Menengah hingga Tinggi.