"Wilayah DKI Jakarta tercantum sebagai wilayah yang terdeteksi terdapat asap dan berada dalam area sebaran asap karhutla," kata Sekretaris Utama (Sestama) BMKG, Guswanto, saat dikonfirmasi.
Kendati demikian, pemantaun ini hanya menunjukkan keberadaan atau sebaran asap di atmosfer, dan belum menunjukkan secara langsung tingkat konsentrasi polutan di permukaan yang dihirup masyarakat.
Dari pemantauan yang dilakukan, tutur Guswanto, arah pergerakan asap di Pulau Jawa disebut bergerak ke arah tenggara hingga barat.
"Sehingga perlu terus dipantau apakah konsentrasi asap di Jakarta benar-benar meningkat di permukaan atau hanya melintas di lapisan atmosfer atas," ujarnya.
"Yang paling menentukan risiko kesehatan adalah data kualitas udara (PM2.5/AQI) saat itu, bukan hanya citra satelit sebaran asap," tuturnya. (Febrina Ratna Iskana)