Penundaan pembayaran kupon tersebut terjadi di tengah tekanan likuiditas WSBP akibat penerimaan kas atas piutang usaha dari pelanggan yang belum mencapai target serta kenaikan harga material. Kondisi tersebut berdampak terhadap kecukupan CFADS perseroan.
Di sisi operasional, WSBP tetap menjalankan kegiatan produksi untuk memenuhi kebutuhan suplai produk beton precast dan readymix ke sejumlah proyek. Proyek tersebut antara lain Tol Kayu Agung-Palembang-Betung, Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi Seksi 3A dan 3B, Tangguh UCC On Shore Project Papua, National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) Fase A, serta New Priok Eastern Access (NPEA).
Selain menyuplai produk beton, WSBP juga tengah menyelesaikan pekerjaan konstruksi pada sejumlah proyek, di antaranya pembangunan Gedung Laboratorium Smart System and Integrated Technologies (L-SSIT) Universitas Udayana Bali dan Gedung Laboratorium Terpadu Universitas Khairun di Ternate.
WSBP menyatakan akan berkoordinasi dengan Wali Amanat untuk menempuh langkah penyelesaian sesuai dengan ketentuan Perjanjian Perdamaian dan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi. Perseroan juga menyatakan tetap menjaga keterbukaan informasi, transparansi, dan akuntabilitas kepada pemegang saham serta pemangku kepentingan.
(Shifa Nurhaliza Putri)