Upaya tersebut mencakup pemetaan risiko, pemantauan titik panas (hotspot), kondisi cuaca, dan kualitas udara melalui pemantauan internal. Perseroan juga membentuk satuan tugas operasi serta memastikan kesiapan personel, peralatan, dan koordinasi antara tim tanggap darurat dengan instansi terkait.
"Apabila terjadi kebakaran, perseroan menyiapkan langkah pemadaman, pendinginan dan pembasahan area (cooling and wetting), serta pengendalian titik panas untuk mencegah penyebaran api," tutur manajemen.
UNTR juga memperkuat kesiapsiagaan masyarakat melalui program Kampung Tangguh Bencana (KATANA), Sekolah Binaan UT (SOBAT) Tangguh, dan Masyarakat Peduli Api (MPA). Program tersebut mencakup pemetaan risiko, penyusunan prosedur, pelatihan, hingga simulasi tanggap darurat.
(DESI ANGRIANI)