Investor kini mencermati dokumen pengajuan IPO Anthropic, perusahaan pengembang chatbot Claude. Dokumen tersebut memberikan gambaran mengenai ambisi perusahaan dalam mengembangkan bisnis AI, sekaligus menyoroti besarnya biaya yang diperlukan untuk mendukung ekspansi tersebut.
Anthropic mencatat rugi bersih sebesar USD80,7 miliar pada semester I-2026, terutama akibat kenaikan nilai wajar obligasi yang dapat dikonversi menjadi saham perusahaan. Sementara itu, pendapatan perusahaan tercatat sekitar USD16,3 miliar.
Sejumlah analis memperkirakan Anthropic berpotensi menggelar IPO berskala besar pada akhir tahun ini. Perusahaan tersebut diperkirakan menggunakan kode saham ANT ketika melantai di Bursa.
Sejumlah investor dikabarkan menilai valuasi Anthropic mencapai sekitar USD1,5 triliun. Angka tersebut turun dari perkiraan USD2 triliun sekitar sepekan sebelumnya.
Perkembangan ini kembali menempatkan prospek bisnis AI sebagai perhatian utama pasar, di tengah kekhawatiran investor terhadap kebutuhan pendanaan yang besar untuk membangun infrastruktur AI. Peningkatan utang dan biaya pinjaman yang masih tinggi turut menambah tekanan terhadap saham-saham terkait teknologi.