Secara akumulatif, foreign outflow sejak 2024 telah mencapai sekitar Rp179 triliun atau setara USD10 miliar, jauh melampaui arus keluar sebesar Rp61 triliun yang terjadi pada era pandemi Covid-19.
Sektor perbankan masih menjadi sumber utama arus keluar asing dengan nilai Rp62,8 triliun sepanjang sembilan bulan 2026. Namun, tekanan tersebut relatif mereda pada kuartal III-2026 dengan arus keluar hanya Rp1,6 triliun.
Setelah perbankan, arus keluar asing terbesar terjadi pada sektor utilitas sebesar Rp9,4 triliun, batu bara Rp8,4 triliun, dan barang konsumsi primer sebesar Rp4,1 triliun.
Di tengah tekanan tersebut, kinerja saham pada kuartal III-2026 justru menunjukkan bahwa fundamental masih menjadi faktor penting dalam menentukan pergerakan harga.
Sektor komoditas menjadi penggerak utama pada kuartal tersebut. Saham CPO naik 32,3 persen secara kuartalan, diikuti batu bara yang menguat 31 persen dan logam sebesar 27 persen.