IDXChannel - PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang positif sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Produsen komponen otomotif itu membukukan penjualan bersih sebesar Rp4,18 triliun, meningkat 6,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).
Sejalan dengan pertumbuhan penjualan, laba bersih perseroan mencapai Rp874 miliar atau tumbuh 6,65 persen secara tahunan. Perseroan juga mampu mempertahankan tingkat profitabilitas dengan margin laba kotor sebesar 37 persen, margin laba usaha 28 persen, dan margin laba bersih 21 persen.
Dalam keterangan resminya yang dikutip Senin (2/11/2026), SMSM menyatakan bahwa pertumbuhan tersebut didukung disiplin pengelolaan biaya, peningkatan efisiensi operasional, serta optimalisasi portofolio produk bernilai tambah.
Kinerja positif tersebut dicapai di tengah dinamika ekonomi global yang masih diwarnai ketegangan geopolitik, ketidakpastian kebijakan perdagangan internasional, serta fluktuasi harga energi dan bahan baku. Berbagai faktor tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas rantai pasok global.
"Meski demikian, perseroan mampu mencatatkan pertumbuhan penjualan dan laba berkat ketahanan model bisnis, disiplin operasional, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan usaha," kata manajemen SMSM.
Dari sisi neraca, fundamental keuangan perseroan juga tetap terjaga. Total aset tumbuh 8,79 persen, sedangkan total ekuitas meningkat 9,32 persen. Struktur permodalan juga relatif sehat, tercermin dari rasio liabilitas terhadap total aset sebesar 17 persen.
Selain itu, posisi likuiditas perseroan tetap kuat dengan rasio lancar (current ratio) sebesar 573 persen. Kondisi tersebut memberikan fleksibilitas keuangan bagi perseroan untuk menjalankan strategi bisnis jangka panjang.
Ke depan, SMSM akan terus mencermati perkembangan ekonomi global, kebijakan perdagangan internasional, serta dinamika geopolitik yang berpotensi memengaruhi pasar dan rantai pasok. Perseroan jugaakan berfokus pada peningkatan efisiensi operasional, penguatan daya saing, pengembangan produk bernilai tambah, serta pemeliharaan profitabilitas.
Untuk tahun buku 2026, SMSM memperkirakan pertumbuhan penjualan bersih dan laba bersih tetap berada pada kisaran satu digit (single-digit growth). Sementara itu, tingkat profitabilitas diproyeksikan tetap sejalan dengan capaian tahun buku 2025.
(Rahmat Fiansyah)