sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Rupiah Ditutup Bertenaga ke Rp17.899 per USD usai Rilis Defisit APBN September 2026

Market news editor Anggie Ariesta
09/10/2026 15:35 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) ditutup menguat pada akhir perdagangan Jumat (9/10/2026), naik 16 poin atau 0,09 persen ke level Rp17.899 per USD.
Rupiah Ditutup Bertenaga ke Rp17.899 per USD usai Rilis Defisit APBN September 2026. (Foto Istimewa)
Rupiah Ditutup Bertenaga ke Rp17.899 per USD usai Rilis Defisit APBN September 2026. (Foto Istimewa)

Belanja negara yang lebih banyak dari pendapatan negara menyebabkan defisit APBN mencapai Rp319 triliun atau setara 1,24 persen dari PDB. Defisit di bulan lalu, (Agustus 2026) 0,9 persen. Hari ini, per akhir September 1,2 persen.

Sedangkan target defisit di akhir tahun 2,8 persen. Beban APBN bertambah Rp6 Triliun setiap harga minyak naik USD1 per barel keseimbangan primer tercatat mencapai Rp125,5 triliun. Sementara itu, target keseimbangan primer sepanjang tahun didesain defisit sebesar Rp89,7 triliun. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu maka tampak penurunan cukup tajam defisit APBN.

Pada akhir Agustus 2025, defisit APBN mencapai Rp321,6 triliun atau setara 1,35 persen dari PDB. Artinya, defisit APBN September 2026 yang sebesar Rp319 triliun turun 14,13 persen dibandingkan realisasi APBN September 2025 (Rp371,5 triliun). Sebagai informasi, pemerintah mendesain defisit APBN 2026 setahun penuh sebesar rRp689,1 triliun atau setara 2,68 persen terhadap PDB.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.890-Rp17.950 per USD. Sedangkan untuk perdagangan pekan depan diperkirakan berada di rentang Rp17.780-Rp18.060 per USD.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 3 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement