Dari sisi operasional, produksi tandan buah segar (TBS) inti SIMP meningkat 4 persen secara tahunan menjadi 2 juta ton. Kenaikan produksi TBS tersebut, ditambah dengan peningkatan tingkat ekstraksi CPO, mendorong produksi CPO perseroan tumbuh 13 persen menjadi 580.000 ton.
Pertumbuhan juga tercermin pada kinerja penjualan masing-masing divisi. Di mana penjualan Divisi Perkebunan meningkat 13 persen secara tahunan, sedangkan penjualan Divisi Minyak dan Lemak Nabati tumbuh 15 persen.
Peningkatan penjualan kedua divisi tersebut didukung oleh kenaikan harga jual rata-rata serta volume penjualan produk sawit dan produk minyak serta lemak nabati.
Hingga September, laba bruto tumbuh lebih cepat dibandingkan pendapatan, dengan kenaikan 22 persen. Sementara laba usaha meningkat 40 persen, mencerminkan pertumbuhan hasil operasional perseroan selama periode tersebut.
Per 30 September 2026, SIMP mencatatkan total aset sebesar Rp43,75 triliun, jumlah liabilitas Rp14,98 triliun dengan total ekuitas mencapai Rp28,72 triliun.
(DESI ANGRIANI)