Selain memperluas kemitraan, GMFI juga mengukuhkan sejumlah proyek perawatan pesawat bersama pelanggan di kawasan Asia Pasifik, yang mencakup Thai VietJet untuk proyek perawatan Airbus A320, Cebu Pacific untuk proyek perawatan 43 pesawat Airbus A320 dan A330 periode 2027-2028, serta proyek perawatan pesawat ATR, AirZeta untuk proyek perawatan Boeing B747-400 pada 2027-2030, Air Navigator untuk proyek perawatan pesawat ATR untuk periode 2026-2027, Japan Airlines untuk penyediaan layanan Line Maintenance dan Ground Handling di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng.
“Berbagai kerja sama dan proyek yang kami kukuhkan di MRO Asia-Pacific menunjukkan kepercayaan pelanggan dan mitra terhadap kapabilitas GMF sekaligus membuka peluang pertumbuhan bisnis yang lebih luas,” ujar Direktur Utama PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk, Andi Fahrurrozi dalam keterangan resmi dikutip Senin (28/9/2026).
Momentum tersebut diperkuat melalui pertemuan GMFI dengan sejumlah maskapai dan pelaku industri, antara lain GE Aerospace, Aero Dili, Lufthansa Shenzhen, PNG Air, Lao Airlines, Jetstar, K-Mile, All Nippon Airways, Thai Airways, Trinity Airways, Sun PhuQuoc, dan Thai AirAsia Berhad. Pembahasan terfokus pada peluang kerja sama dan proyek baru di berbagai lini layanan, seperti Airframe, Engine, Component, Line Maintenance, Cabin Services, dan Engineering Services.
“Kami melihat Asia Pasifik sebagai pasar yang terus berkembang dan ingin memastikan GMF tumbuh bersama kebutuhan tersebut. Dengan pengalaman lebih dari 75 tahun di industri MRO dan rekam jejak melayani pelanggan di kawasan Asia Pasifik, kami memiliki fondasi yang kuat untuk terus mengembangkan kapabilitas dan memperluas kemitraan,” kata Andi.
(Rahmat Fiansyah)