sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pemegang Waralaba Wendy's Ajukan Kebangkrutan, Terbebani Utang Rp11,6 Triliun

Market news editor Rahmat Fiansyah
21/09/2026 23:00 WIB
Salah satu emegang waralaba Wendy’s terbesar di AS, Meritage Hospitality Group Inc. (MHG), mengajukan perlindungan kebangkrutan Chapter 11.
Salah satu emegang waralaba Wendy’s terbesar di AS, Meritage Hospitality Group Inc. (MHG), mengajukan perlindungan kebangkrutan Chapter 11. (Foto: Ist)
Salah satu emegang waralaba Wendy’s terbesar di AS, Meritage Hospitality Group Inc. (MHG), mengajukan perlindungan kebangkrutan Chapter 11. (Foto: Ist)

IDXChannel - Salah satu pemegang waralaba Wendy’s terbesar di Amerika Serikat (AS), Meritage Hospitality Group Inc. (MHG), resmi mengajukan perlindungan kebangkrutan Chapter 11 setelah menghadapi kenaikan biaya daging sapi dan melemahnya efektivitas pemasaran merek restoran cepat saji tersebut.

MHG yang mengoperasikan 314 gerai Wendy’s, 1 gerai Bojangles, dan sejumlah restoran lainnya mengajukan perlindungan kebangkrutan pada Kamis (17/9/2026). Perusahaan tercatat memiliki liabilitas sekitar USD651 juta (Rp11,6 triliun) dengan aset sebesar USD725,9 juta (Rp12,9 triliun). MHG menyatakan seluruh gerainya tetap beroperasi secara normal selama proses restrukturisasi.

Chief Restructuring Officer MHG, Kevin Cleary dalam pernyataan yang diajukan ke pengadilan mengatakan, perusahaan telah menutup 60 gerai Wendy’s yang berkinerja buruk pada akhir tahun lalu. MHG juga berencana menutup atau menjual sejumlah gerai lainnya selama proses Chapter 11 berlangsung.

"Kami juga perlu menyelesaikan sengketa penghentian waralaba dengan Wendy’s, yang mengklaim terdapat sekitar USD147 juta royalti dan biaya yang belum dibayarkan," kata Cleary dalam dokumen pengadilan dikutip dari Bloomberg, Senin (21/9/2026).

MHG mengatakan biaya operasional gerainya turut tertekan oleh kebijakan tarif dan jumlah populasi ternak yang berada di level rendah secara historis. Rata-rata biaya daging sapi perusahaan meningkat 19 persen pada tiga bulan yang berakhir Juni 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penjualan Wendy’s di gerai yang telah beroperasi setidaknya selama satu tahun juga telah menurun selama enam kuartal berturut-turut. MHG menyebut strategi diskon besar-besaran dan promosi nasional Wendy’s juga ikut menekan margin perusahaan.

Kondisi tersebut terjadi ketika Wendy’s tengah berupaya membalikkan kinerja bisnis di bawah CEO baru Bob Wright. Pada bulan lalu, Wright menarik proyeksi kinerja Wendy’s untuk 2026 dan memangkas dividen perusahaan sambil menyusun strategi pemulihan.

Wendy’s juga kehilangan posisi sebagai jaringan burger terbesar kedua di AS setelah Burger King, yang dimiliki Restaurant Brands International Inc., mencatat pemulihan penjualan melalui renovasi gerai dan pembaruan produk Whopper. MHG menyebut cuaca musim dingin yang tidak biasa akibat siklus La Niña di wilayah selatan AS turut mengganggu penjualan.

Selain itu, MHG menyebut Wendy’s sebelumnya telah membuat sejumlah kesepakatan dengan perusahaan setelah MHG mengalami wanprestasi terhadap perjanjian waralaba. Wendy’s mengklaim MHG memiliki tunggakan royalti dan biaya sebesar USD27,3 juta serta biaya operasional lainnya sebesar USD119 juta.

Juru bicara Wendy’s mengatakan perusahaan berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemegang waralaba yang menghadapi kesulitan untuk mencari solusi yang paling berkelanjutan. 

"Fokus kami tetap melayani pelanggan, mendukung sistem waralaba, dan memperkuat kesehatan merek dalam jangka panjang," katanya.

MHG memiliki 8.850 karyawan dan mengoperasikan restoran di sejumlah negara bagian yakni Arkansas, Connecticut, Florida, Georgia, Indiana, Massachusetts, Michigan, Mississippi, Missouri, North Carolina, Ohio, Oklahoma, Tennessee, Texas, dan Virginia.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement