“Penambahan investor tercatat sebanyak 1,03 juta di September 2026 secara bulanan. Sehingga jumlah investor telah mencapai angka 32,17 juta atau telah tumbuh 57,96 persen secara year-to-date di 2026,” jelas Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, dalam taklimat media secara daring, Senin (5/10/2026).
Dari aspek pemahaman keuangan, Edi menyoroti data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang menunjukkan indeks literasi dan inklusi kelompok usia 26–35 tahun berada di posisi tertinggi, yaitu masing-masing 78,70 persen dan 96,27 persen.
Meski demikian, indeks literasi dan inklusi khusus pada sektor pasar modal masih terbilang relatif rendah, yakni masing-masing baru menyentuh 17,78 persen dan 1,34 persen.
Edi menekankan bahwa pesatnya lonjakan jumlah investor idealnya dibarengi dengan peningkatan kualitas literasi serta pemahaman atas risiko instrumen investasi. Untuk itu, OJK secara konsisten menggelar program edukasi dan sosialisasi terpadu di berbagai daerah.
“Kami ada sosialisasi terpadu, memang untuk beberapa tempat yang jauh dari pusat kegiatan di bidang pasar modal, khususnya mungkin pemahamannya masih belum komprehensif, walaupun sudah melakukan investasi, terutama terkait produk baru itu masih perlu ditingkatkan,” ujar Edi. (Febrina Ratna Iskana)