Hingga akhir September 2026, total penghimpunan dana melalui Penawaran Umum secara ytd telah mencapai Rp186,03 triliun. Rinciannya terdiri dari 7 Penawaran Umum Saham Perdana (IPO), 18 Penawaran Umum Terbatas (PUT/rights issue), 11 Penawaran Umum EBUS, serta 123 Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) EBUS.
Pada pipa antrean (pipeline), OJK saat ini mengantongi 29 rencana Penawaran Umum dengan nilai indikatif mencapai Rp26,47 triliun. Realisasi target penghimpunan dana tahun 2026 sebesar Rp250 triliun diproyeksikan akan bergantung pada dinamika serapan pasar, selera investor, serta momentum penentuan biaya pendanaan oleh para emiten.
Regulator berkomitmen menjaga kesinambungan fungsi intermediasi pasar modal tanpa mengorbankan integritas dan tata kelola pasar. Pengawasan ketat tetap dikedepankan agar hak-hak pemodal terlindungi di tengah tingginya ketidakpastian iklim ekonomi global.
"Penghimpunan dana telah menembus Rp186,03 triliun dan terdapat 29 emisi di pipeline, di mana OJK akan terus mendorong pasar modal sebagai sumber pembiayaan ekonomi dengan tetap mengedepankan kualitas keterbukaan informasi serta pelindungan investor," kata Friderica.
(NIA DEVIYANA)