IDXChannel - PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) atau Lonsum membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,75 triliun hingga September 2026.
Perolehan tersebut meningkat 40 persen dibandingkan Rp1,24 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan laba ditopang oleh kenaikan pendapatan serta peningkatan produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).
Hingga kuartal III-2026, pendapatan Lonsum mencapai Rp4,33 triliun, tumbuh 9 persen dibandingkan Rp3,96 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan Jumat (30/10/2026) laba bruto LSIP meningkat 21 persen secara tahunan menjadi Rp1,79 triliun. Sementara itu, laba usaha melonjak 44 persen menjadi Rp1,86 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026.
Dari sisi operasional, produksi tandan buah segar (TBS) inti LSIP meningkat 7 persen secara tahunan menjadi 850.000 ton hingga September 2026.
Kenaikan produksi TBS tersebut, ditambah dengan peningkatan tingkat ekstraksi CPO, mendorong produksi CPO perseroan tumbuh 12 persen menjadi 227.000 ton.
Peningkatan pendapatan LSIP terutama didukung oleh kenaikan volume penjualan dan harga jual rata-rata produk sawit. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan produksi yang dicatatkan perseroan sepanjang periode tersebut.
Per 30 September 2026, total aset LSIP mencapai Rp16,76 triliun, jumlah liabilitas Rp1,59 triliun dan total ekuitas mencapai Rp15,17 triliun.
(DESI ANGRIANI)