IDXChannel - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) mencatat Nilai Kontrak Baru (NKB) sebesar Rp5,6 triliun hingga Agustus 2026. Perolehan tersebut masih didominasi proyek pemerintah pusat dengan kontribusi mencapai 49,2 persen.
Corporate Secretary Waskita Karya Steven Subiantoro mengatakan, capaian kontrak baru tersebut menjadi salah satu indikator keberlanjutan kinerja perseroan di tengah tantangan industri konstruksi.
"Total nilai kontrak baru pada Juli 2026 menunjukkan adanya pencapaian kinerja berkelanjutan. Angka itu menjadi fondasi kuat untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan," kata Steven dalam keterangan resmi, Senin (28/9/2026).
Selain pemerintah pusat, kontribusi NKB Waskita hingga Agustus 2026 berasal dari pengembangan bisnis sebesar 11,8 persen, sektor swasta 9,8 persen, pemerintah daerah 5,1 persen, BUMN dan BUMD 4 persen, serta anak usaha 20 persen.
Dari sisi jenis pekerjaan, proyek infrastruktur konektivitas menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 41,6 persen. Berikutnya, proyek infrastruktur air berkontribusi 20,7 persen dan proyek gedung sebesar 17,7 persen.
Salah satu proyek pemerintah pusat yang dikerjakan Waskita pada 2026 adalah pembangunan Sekolah Rakyat di Provinsi Papua. Proyek tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan di kawasan Indonesia Timur.
Steven menerangkan, Waskita tetap menerapkan selektivitas dalam memilih proyek yang akan dikerjakan. Perseroan menghindari proyek dengan skema turnkey maupun investasi dan lebih berfokus pada proyek dengan skema pembayaran bulanan serta memiliki uang muka.
"Kami tetap selektif dalam memilih proyek yang akan dikerjakan. Waskita Karya menghindari proyek turnkey maupun investasi, serta berfokus pada proyek berskema monthly payment dan memiliki uang muka," ujarnya.
Menurut dia, strategi tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan menjaga pelaksanaan proyek sekaligus memperkuat pengelolaan risiko.
Dalam satu dekade terakhir, Waskita Karya telah mengerjakan sejumlah proyek infrastruktur, antara lain 30 bendungan, 41 jaringan irigasi, 20 fasilitas rumah sakit, 15 sarana pendidikan, 92 jalan tol, serta 19 proyek konektivitas daerah.
Dia juga menyatakan akan terus memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG), manajemen risiko, serta pembangunan berkelanjutan dalam pelaksanaan proyek.
"Ke depannya, perseroan menargetkan peningkatan perolehan kontrak baru dan kinerja keuangan yang lebih baik. Keoptimisan ini didorong oleh besarnya peluang Waskita Karya dalam mengerjakan berbagai proyek strategis pemerintah, BUMN, swasta, hingga luar negeri," kata Steven.
(Dhera Arizona)