Di sisi politik dan kebijakan, Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih pada Kamis (1/10/2026), dengan sejumlah perubahan pada posisi ekonomi, hilirisasi, energi, hingga keamanan.
Untuk menyebut beberapa, dalam perombakan tersebut, Bahlil Lahadalia dilantik sebagai Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, sedangkan Muhammad Sarmuji dipercaya sebagai Menteri Perindustrian.
Arrmanatha Nasir ditunjuk sebagai Menteri Luar Negeri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo mendapat posisi Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurahman sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, serta Sugiono dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Dari sisi ekonomi, perhatian investor juga tertuju pada rilis sejumlah indikator domestik. BRI Danareksa Sekuritas menyoroti data inflasi September serta neraca perdagangan Agustus sebagai sentimen yang perlu dicermati pasar.
S&P Global Manufacturing PMI Indonesia naik menjadi 52,4 pada September 2026 dari 49,8 pada Agustus.