sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

IHSG Turun Lebih dari 1 Persen Pagi Ini, Deretan Big Cap Jadi Pemberat

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
26/10/2026 10:13 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah lebih dari 1 persen pada perdagangan yang volatil, Senin (26/10/2026), setelah menguat dalam empat hari beruntun.
IHSG Turun Lebih dari 1 Persen Pagi Ini, Deretan Big Cap Jadi Pemberat. (Foto: MNC Media)
IHSG Turun Lebih dari 1 Persen Pagi Ini, Deretan Big Cap Jadi Pemberat. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah lebih dari 1 persen pada perdagangan yang volatil, Senin (26/10/2026), setelah menguat dalam empat hari beruntun.

Pelemahan dipicu aksi ambil untung, dengan sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi pemberat utama indeks.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pukul 10.02 WIB, IHSG turun 1,57 persen ke level 5.353,60. Nilai transaksi mencapai Rp4,23 triliun dengan volume perdagangan 11,14 miliar saham.

Sebanyak 500 saham melemah, 184 saham menguat, sedangkan 279 saham lainnya stagnan.

Sejumlah saham big cap tercatat mengalami tekanan.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) turun 2,41 persen ke Rp2.840, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) melemah 2,05 persen ke Rp3.820, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) turun 2,05 persen ke Rp3.350.

Tekanan juga datang dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang turun 1,09 persen ke Rp4.970.

Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) melemah 3,12 persen ke Rp2.170, sedangkan PT Astra International Tbk (ASII) turun 1,32 persen ke Rp4.490.

Di luar saham perbankan, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) turun 3,02 persen ke Rp10.425, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melemah 2,10 persen ke Rp2.330, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turun 1,94 persen ke Rp760, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turun 0,50 persen ke Rp4.010.

Saham PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) menjadi salah satu pemberat dengan penurunan 6,79 persen ke Rp3.020.

Mirae Asset Sekuritas menilai pasar diperkirakan bergerak hati-hati.

Investor akan mencermati arus dana asing, pergerakan rupiah di sekitar Rp18.000 per dolar AS, serta keberlanjutan penguatan IHSG tanpa dukungan pembelian asing yang berarti.

BRI Danareksa Sekuritas menyebut investor akan mencermati tindak lanjut reformasi BEI dan OJK, stabilitas rupiah, serta arus dana asing.

Perhatian pasar pekan ini juga tertuju pada keputusan suku bunga The Fed dan konferensi pers Kevin Warsh pada 29 Oktober, dengan konsensus memperkirakan suku bunga bertahan di 4,00 persen.

Selain itu, kenaikan harga minyak Brent ke sekitar USD114 per barel akibat eskalasi geopolitik meningkatkan risiko inflasi global.

Rilis laporan keuangan kuartal III emiten juga menjadi katalis domestik yang perlu dicermati untuk menilai ketahanan kinerja perusahaan di tengah volatilitas pasar.

Secara teknikal, IHSG masih berada di bawah MA20 sekitar 5.813, sehingga tren jangka pendek belum sepenuhnya pulih.

Resistance terdekat berada di 5.494-5.539. Sementara itu, support berada di 5.400-5.366, dengan area berikutnya di 5.244-5.116 jika tekanan jual kembali meningkat.

MACD masih berada di zona negatif meskipun histogram mulai membaik. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement