Menurutnya, selama IHSG mampu bertahan di atas 6.370, peluang technical rebound ke area 6.541-6.581 tetap terbuka, dengan MA20 sebagai dynamic resistance. Sebaliknya, jika 6.370 ditembus ke bawah, IHSG berpotensi menguji area level 6.200-6.279 (dekat MA60 sebagai dynamic support).
"Kami memperkirakan IHSG cenderung konsolidasi dengan tekanan jual yang masih dominan pada awal pekan. Support di 6.200-6.279, resistance di 6.585-6.633," kata dia.
Berikut ini saham-saham berikut yang direkomendasikan IPOT untuk trading pekan 21-25 September 2026:
1. Buy ANTM (Entry: Rp3.290-Rp3.320, Target Price (TP): Rp3.710, Stop Loss (SL): Rp3.110).
Secara teknikal, pergerakan ANTM menunjukkan potensi penguatan lanjutan setelah berhasil bergerak di atas support MA5 nya diikuti volume di atas rata-rata 20 hari. Tren jangka pendek hingga panjang masih terjaga diperkuat dengan indikator MACD yang mengonfirmasi momentum positif lanjutan.
2. Buy MTEL (Entry: Rp500, Target Price (TP): Rp535, Stop Loss (SL): Rp484).
Secara teknikal, pergerakan MTEL menunjukkan struktur yang solid setelah membentuk pola candlestick Bullish Engulfing dan berhasil rebound dari support historisnya. Konfirmasi ini diperkuat oleh AI Trade yang mengindikasikan adanya akumulasi senyap dari smart money, sehingga saham ini berpotensi melanjutkan kenaikannya.
3. Buy IMPC (Entry: Rp1.695, Target Price (TP): Rp1.825, Stop Loss (SL): Rp1.630).
Secara teknikal, pergerakan IMPC menunjukkan struktur yang solid setelah untuk jangka pendek kembali bergerak di atas MA5. Konfirmasi ini diperkuat oleh ADX score 27.3 yang menunjukkan tren bullish kuat, sehingga saham ini berpotensi melanjutkan kenaikannya.
4. Buy Reksa Dana Syariah Premier ETF Gold Sharia Indonesia (XGLD).
Power Fund Series (PFS) berkode XGLD menawarkan alternatif investasi yang efisien bagi investor yang ingin memperoleh eksposur terhadap emas melalui instrumen yang diperdagangkan di Bursa, tanpa perlu membeli dan menyimpan emas fisik secara langsung.
Dengan karakteristik yang sesuai prinsip syariah, XGLD dapat menjadi pilihan diversifikasi portofolio sekaligus sarana untuk memanfaatkan potensi emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian dan volatilitas pasar. Investor juga dapat melakukan transaksi unit penyertaan XGLD melalui aplikasi IPOT layaknya ETF pada umumnya, sehingga memberikan fleksibilitas dan kemudahan dalam mengakses aset emas.
(Dhera Arizona)