Sejumlah bank besar diperkirakan mulai merilis kinerja pada 20-30 Oktober, sehingga perkembangan kinerja emiten berpotensi menjadi perhatian investor sepanjang bulan ini.
Dari pasar global, ekspektasi terhadap kebijakan The Federal Reserve (The Fed) yang lebih dovish meningkat setelah data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) berada jauh di bawah ekspektasi.
Investor selanjutnya akan mencermati risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 7 Oktober.
Meski demikian, risiko dari pasar global masih perlu diperhatikan. Imbal hasil US Treasury (UST) tenor 10 tahun masih berada di sekitar 5,3 persen, level yang berpotensi menekan aset pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Sentimen positif dari Wall Street, dengan Nasdaq yang kembali mencetak rekor baru, menjadi penyeimbang di tengah tingginya yield obligasi AS.