sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Minyak Turun usai Sentuh Level Tertinggi 5 Bulan

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
21/10/2026 06:40 WIB
Harga minyak ditutup melemah pada perdagangan Selasa (20/10/2026) setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam lima bulan.
Harga Minyak Turun usai Sentuh Level Tertinggi 5 Bulan. (Foto: Magnific)
Harga Minyak Turun usai Sentuh Level Tertinggi 5 Bulan. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga minyak ditutup melemah pada perdagangan Selasa (20/10/2026) setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam lima bulan.

Investor mempertimbangkan pertemuan Presiden Iran dengan Kepala Angkatan Darat Pakistan yang menjadi salah satu mediator utama antara Iran dan Amerika Serikat (AS), di tengah berlanjutnya serangan Houthi terhadap infrastruktur Arab Saudi dan laporan serangan terhadap kapal di kawasan Teluk.

Kontrak berjangka minyak (futures) Brent ditutup turun 0,69 persen menjadi USD108,79 per barel.

Pada awal perdagangan, kontrak acuan tersebut sempat menyentuh USD111,99 per barel, level tertinggi dalam lima bulan.

Sementara itu, kontrak minyak West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman November yang berakhir pada Selasa ditutup turun 1,8 persen menjadi USD101,79 per barel.

Harga tersebut turun dari level tertinggi sesi di USD110,48 per barel, yang merupakan level tertinggi sejak April untuk kontrak terdekat.

Kontrak WTI yang lebih aktif untuk pengiriman Desember ditutup turun USD0,72 menjadi USD97,82 per barel.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian membahas upaya mediasi dan perkembangan regional dalam pertemuan dengan Kepala Angkatan Darat Pakistan Field Marshal Asim Munir di Teheran, Iran, pada Selasa, menurut laporan Nournews.

Upaya mediasi Pakistan menghasilkan kesepakatan perdamaian sementara yang ditandatangani pada Juni.

Namun, kesepakatan tersebut dengan cepat mengalami kemunduran setelah kembali terjadi pertempuran antara Iran dan AS beberapa pekan kemudian.

Pembicaraan di Teheran berlangsung di tengah berlanjutnya serangan kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman.

Pada Senin, Houthi menyatakan telah melancarkan sejumlah serangan terhadap fasilitas energi, bandara, dan target militer di Arab Saudi, termasuk fasilitas Aramco di Yanbu, ladang minyak Shaybah, Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, serta Bandara Abha.

Otoritas Arab Saudi belum segera mengonfirmasi klaim Houthi tersebut, sementara Reuters tidak dapat memverifikasinya secara independen.

“​​Harga minyak masih mendapat dukungan kuat. Hal ini menunjukkan pasar masih memperhitungkan premi risiko yang signifikan, mengingat situasi yang sangat volatil,” kata analis ING dalam catatan pada Selasa, seperti dikutip Reuters.

Setidaknya 18 kapal dilaporkan diserang dalam dua pekan terakhir. Menurut perusahaan pelacak kapal Kpler dalam catatan pada Senin, kondisi tersebut membuat premi risiko tetap tinggi.

Pada Senin, serangan Houthi terhadap kamp pelatihan pasukan keamanan pemerintah di Provinsi Shabwa, Yaman, menewaskan 58 orang dan melukai lebih dari 200 orang.

Serangkaian serangan terbaru meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan sekaligus menegaskan masih adanya risiko terhadap pasokan energi dari kawasan tersebut.

Kondisi ini membuat harga minyak tetap berada di atas USD100 per barel.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam sebuah pernyataan mengatakan dirinya berkomitmen untuk menyelesaikan penghapusan rezim Iran.

Netanyahu juga berbicara dengan Presiden AS Donald Trump mengenai isu tersebut pada Minggu. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement