sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Emas Naik 1 Persen di Tengah Penantian Keputusan The Fed

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
28/10/2026 06:36 WIB
Harga emas naik 1 persen pada Selasa (27/10/2026), ditopang oleh penurunan harga minyak yang meredakan kekhawatiran inflasi.
Harga Emas Naik 1 Persen di Tengah Penantian Keputusan The Fed. (Foto: Magnific)
Harga Emas Naik 1 Persen di Tengah Penantian Keputusan The Fed. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga emas naik 1 persen pada Selasa (27/10/2026), ditopang oleh penurunan harga minyak yang meredakan kekhawatiran inflasi.

Pelaku pasar kini menanti rapat kebijakan Federal Reserve (The Fed) untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah suku bunga Amerika Serikat (AS) ke depan.

Harga emas spot naik 1,07 persen menjadi USD4.060,33 per troy ons setelah sempat menyentuh level terendah USD3.987,14 pada perdagangan sebelumnya.

“Penurunan harga minyak kemungkinan akan memberikan dorongan bagi emas karena meredakan kekhawatiran inflasi dan, dalam beberapa hal, dapat mengurangi sikap hawkish The Fed,” kata Vice President dan Senior Metals Strategist Zaner Metals, Peter Grant, seperti dikutip Reuters.

Grant menambahkan, pergerakan pasar saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh perkembangan di Timur Tengah dan negosiasi yang masih berlangsung.

Harga minyak berjangka turun lebih dari 1 persen pada Selasa karena perhatian pasar beralih ke pembicaraan damai di Timur Tengah.

Namun, harga minyak masih berada di dekat level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir di tengah konflik Houthi-Arab Saudi yang masih berlangsung serta potensi serangan baru Amerika Serikat dan Israel.

“Namun, jika harga minyak mentah terus naik, hal itu akan menimbulkan tekanan inflasi yang bermasalah dan mendorong bank sentral memperketat kebijakan moneter. Kondisi tersebut menjadi sentimen negatif bagi emas,” kata analis pasar di American Gold Exchange, Jim Wyckoff.

Para pembuat kebijakan The Fed telah mengisyaratkan, mereka tidak akan kembali menaikkan suku bunga pinjaman jangka pendek AS pada pekan ini.

Namun, dengan kekhawatiran inflasi yang masih menjadi perhatian utama, investor menilai jeda kenaikan suku bunga tersebut tidak akan berlangsung lama.

Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga AS pada Desember mencapai 83 persen, berdasarkan CME FedWatch Tool.

Investor juga menantikan data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang akan dirilis Kamis (29/10).

Data tersebut merupakan salah satu indikator inflasi yang paling diperhatikan The Fed dalam mencapai target inflasi 2 persen.

Sementara itu, para analis memangkas proyeksi harga emas 2026 untuk kuartal kedua berturut-turut.

Penurunan proyeksi tersebut dipengaruhi oleh tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS, dolar AS yang kuat, serta ekspektasi bahwa suku bunga akan bertahan di level tinggi lebih lama.

Meski demikian, survei Reuters menunjukkan para analis masih memperkirakan harga emas kembali pulih pada 2027. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement