Harga minyak berjangka turun lebih dari 1 persen pada Selasa karena perhatian pasar beralih ke pembicaraan damai di Timur Tengah.
Namun, harga minyak masih berada di dekat level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir di tengah konflik Houthi-Arab Saudi yang masih berlangsung serta potensi serangan baru Amerika Serikat dan Israel.
“Namun, jika harga minyak mentah terus naik, hal itu akan menimbulkan tekanan inflasi yang bermasalah dan mendorong bank sentral memperketat kebijakan moneter. Kondisi tersebut menjadi sentimen negatif bagi emas,” kata analis pasar di American Gold Exchange, Jim Wyckoff.
Para pembuat kebijakan The Fed telah mengisyaratkan, mereka tidak akan kembali menaikkan suku bunga pinjaman jangka pendek AS pada pekan ini.
Namun, dengan kekhawatiran inflasi yang masih menjadi perhatian utama, investor menilai jeda kenaikan suku bunga tersebut tidak akan berlangsung lama.