sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Emas Menguat saat Dolar dan Yield Treasury AS Melemah

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
07/10/2026 06:48 WIB
Harga emas dunia menguat pada perdagangan Selasa (6/10/2026), ditopang oleh jeda kenaikan imbal hasil US Treasury dan pelemahan dolar Amerika Serikat (AS).
Harga Emas Menguat saat Dolar dan Yield Treasury AS Melemah. (Foto: Magnific)
Harga Emas Menguat saat Dolar dan Yield Treasury AS Melemah. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga emas dunia menguat pada perdagangan Selasa (6/10/2026), ditopang oleh jeda kenaikan imbal hasil US Treasury dan pelemahan dolar Amerika Serikat (AS).

Investor kini menanti risalah rapat Federal Reserve (The Fed) pada September untuk mendapatkan petunjuk terbaru mengenai arah kebijakan moneter bank sentral AS.

Harga emas spot naik 0,56 persen menjadi USD4.163,85 per troy ons.

"Permintaan aset safe haven terhadap emas terlihat meningkat di tengah gejolak pasar obligasi Prancis dan kekhawatiran yang semakin besar terhadap pasar US Treasury," kata analis pasar di American Gold Exchange Jim Wyckoff, seperti dikutip Reuters.

Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun turun setelah pada Senin mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua dekade.

Sementara itu, dolar AS melemah dari level tertinggi dalam setahun sehingga emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lain.

Perhatian investor juga tertuju pada meningkatnya level utang pemerintah dan pelebaran defisit anggaran di sejumlah negara zona euro, terutama Prancis. Kondisi tersebut mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah.

Selanjutnya, investor menantikan risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) September yang dijadwalkan terbit pada Rabu.

Risalah tersebut diharapkan memberikan gambaran mengenai peluang kenaikan suku bunga The Fed pada tahun ini.

Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada bulan ini telah berkurang setelah pertumbuhan lapangan kerja AS pada September berada di bawah perkiraan.

Pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada bulan Oktober hanya 22 persen, sementara peluang kenaikan pada Desember mencapai 84 persen berdasarkan CME FedWatch Tool.

Emas cenderung kehilangan daya tarik dibandingkan aset yang memberikan imbal hasil ketika suku bunga berada pada level tinggi.

Di sisi lain, harga minyak turun setelah ekspor minyak mentah dari Timur Tengah tetap kuat dan pelepasan cadangan darurat oleh negara-negara G7 meredakan kekhawatiran terhadap pasokan.

"Terlepas dari tekanan dalam jangka pendek, pembelian ETF yang berkelanjutan dan permintaan dari investor diskresioner masih memberikan dukungan bagi harga emas. Kami mempertahankan pandangan bahwa harga emas diperkirakan menembus USD5.000 per ons pada 2027," tulis analis TD Securities dalam catatannya. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement