IDXChannel - Harga minyak sawit mentah (CPO) naik lebih dari 1 persen pada Jumat (30/10/2026), didorong aksi bargain hunting serta penguatan harga minyak sawit olein di Dalian dan minyak kedelai di Chicago.
Kontrak CPO acuan untuk pengiriman Januari di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 1,39 persen menjadi 4.680 ringgit per ton pada pukul 14.45 WIB.
Sepanjang pekan ini, kontrak tersebut masih melemah 3,66 persen.
Kepala Riset broker minyak nabati Sunvin Group yang berbasis di Mumbai, Anilkumar Bagani, mengatakan harga CPO menguat mengikuti pemulihan bullish pada minyak sawit olein Dalian dan minyak kedelai Chicago selama perdagangan Asia.
"Harga juga pulih karena aksi bargain hunting dengan dukungan teknikal yang kuat terlihat di bawah level 4.600 ringgit untuk kontrak berjangka acuan Januari 2027," kata Bagani, seperti dikutip Reuters.
Menurut Bagani, perhatian pasar kini beralih ke data ekspor dan produksi minyak sawit Malaysia untuk periode Oktober secara penuh, serta perkiraan kenaikan persediaan.
Di Dalian, kontrak minyak kedelai paling aktif naik 0,61 persen, sementara kontrak minyak sawit menguat 0,89 persen.
Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade juga naik 0,88 persen.
Pergerakan harga CPO turut dipengaruhi oleh minyak nabati pesaing karena komoditas tersebut bersaing untuk mendapatkan pangsa di pasar minyak nabati global.
Harga minyak mentah juga naik pada Jumat dan berpeluang mencatat kenaikan bulanan keempat.
Penguatan terjadi setelah serangan terhadap sebuah kapal tanker di Selat Hormuz kembali menyoroti risiko gangguan pasokan akibat perang AS-Israel dengan Iran yang telah memasuki bulan kedelapan.
Kenaikan harga minyak mentah membuat CPO lebih menarik sebagai bahan baku biodiesel karena komoditas tersebut bersaing dengan minyak nabati lain dalam pemanfaatannya sebagai bahan bakar nabati.
Sementara itu, ringgit, mata uang yang digunakan dalam perdagangan CPO, menguat 0,2 persen terhadap dolar AS.
Penguatan ringgit membuat komoditas tersebut menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain. (Aldo Fernando)