IDXChannel - Minat investor global terhadap pasar investasi di kawasan Asia Tenggara terus meningkat, terbukti dengan terus massifnya langkah perusahaan investasi global untuk menggandeng kolega lokal guna dapat memulai penetrasinya ke pasar menjanjikan tersebut.
Tak terkecuali dengan yang dilakukan oleh perusahaan investasi global asal Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), yaitu BlueFive Capital, yang resmi memilih Majoris Asset Management sebagai koleganya dalam memasuki pasar investasi Asia Tenggara.
Kolaborasi ini resmi dimulai seiring dengan diumumkannya investasi strategis BlueFive di Majoris melalui BlueFive786, platform investasi berbasis syariah milik grup tersebut.
Sejauh ini, baik nilai transaksi maupun rencana rebranding Majoris masih akan menunggu persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Masuknya BlueFive akan membuka akses lebih luas terhadap jaringan investor internasional dan produk investasi global. Sementara bagi BlueFive, Majoris menawarkan akses langsung ke pasar Indonesia melalui lebih dari 700.000 nasabah ritel dan 50 klien institusi, dengan fokus pada produk pasar uang dan pendapatan tetap," ujar Direktur Utama Majoris Asset Management, San Verandy Herveranto, dalam keterangan resminya, Selasa (13/10/2026).
Menurut San, kerja sama kedua pihak merupakan langkah untuk memperluas kemampuan perusahaan dalam melayani investor domestik sekaligus meningkatkan konektivitas dengan ekosistem investasi internasional.
San meyakini bahwa kemitraan bersama BlueFive ini bakal memberikan kesempatan bagi Majoris untuk melangkah lebih jauh, menggabungkan pengetahuan dan kemampuan lokal dengan pengalaman serta jaringan internasional BlueFive Capital.
Di lain pihak, San juga menyatakan bahwa minat investor global pada industri pengelolaan investasi mencerminkan keyakinan terhadap prospek jangka panjang Indonesia.
Peluang yang ada perlu didukung oleh tata kelola dan pengelolaan risiko yang kuat agar kepercayaan investor tetap terjaga.
"Kemitraan ini juga diharapkan dapat memperluas akses investor Indonesia terhadap produk investasi syariah berkualitas sekaligus mendukung pengembangan industri keuangan syariah yang lebih kompetitif," ujar San.
Sementara, pada kesempatan yang sama, pendiri sekaligus CEO BlueFive Capital, Hazem Ben-Gacem, menyatakan bahwa Indonesia merupakan pasar strategis karena memiliki skala ekonomi besar, basis investor domestik yang luas, serta kebutuhan terhadap produk investasi yang menggabungkan tujuan keuangan dengan prinsip syariah.
"Kami senang bermitra dengan Majoris untuk menempatkannya sebagai pemain penting yang menghubungkan pasar Indonesia yang besar dengan jaringan investor internasional dan solusi investasi syariah kami," ujar Hazem.
Dalam sudut pandang BlueFive, menurut Hazem, Indonesia menawarkan peluang pertumbuhan jangka panjang seiring meningkatnya literasi keuangan generasi muda dan kebutuhan terhadap produk investasi yang tidak hanya menawarkan imbal hasil, namun juga memperhatikan keberlanjutan serta dampak jangka panjang.
Di saat yang sama, produk investasi yang sesuai prinsip syariah hanya 10% dari pasar aset management, sehingga membuka peluang besar bagi produk-produk yang dikelola secara profesional dan sesuai dengan prinsip keuangan syariah.
Sebagai informasi, pada awal Oktober 2025 lalu, BlueFive juga telah menjalin aliansi strategis dengan Sriwijaya Capital, perusahaan ekuitas swasta yang didirikan pengusaha Arsjad Rasjid guna memperkuat aliran modal antara kawasan teluk dan Asia Tenggara.
Aliansi tersebut pada tahap awal akan menyasar Asia Tenggara dan Timur Tengah, dengan opsi untuk berekspansi ke Asia Selatan serta pasar negara berkembang lainnya.
(taufan sukma)