Sementara, pada kesempatan yang sama, pendiri sekaligus CEO BlueFive Capital, Hazem Ben-Gacem, menyatakan bahwa Indonesia merupakan pasar strategis karena memiliki skala ekonomi besar, basis investor domestik yang luas, serta kebutuhan terhadap produk investasi yang menggabungkan tujuan keuangan dengan prinsip syariah.
"Kami senang bermitra dengan Majoris untuk menempatkannya sebagai pemain penting yang menghubungkan pasar Indonesia yang besar dengan jaringan investor internasional dan solusi investasi syariah kami," ujar Hazem.
Dalam sudut pandang BlueFive, menurut Hazem, Indonesia menawarkan peluang pertumbuhan jangka panjang seiring meningkatnya literasi keuangan generasi muda dan kebutuhan terhadap produk investasi yang tidak hanya menawarkan imbal hasil, namun juga memperhatikan keberlanjutan serta dampak jangka panjang.
Di saat yang sama, produk investasi yang sesuai prinsip syariah hanya 10% dari pasar aset management, sehingga membuka peluang besar bagi produk-produk yang dikelola secara profesional dan sesuai dengan prinsip keuangan syariah.
Sebagai informasi, pada awal Oktober 2025 lalu, BlueFive juga telah menjalin aliansi strategis dengan Sriwijaya Capital, perusahaan ekuitas swasta yang didirikan pengusaha Arsjad Rasjid guna memperkuat aliran modal antara kawasan teluk dan Asia Tenggara.