Dari sisi likuiditas, kas dan setara kas PRDA per 30 Juni 2026 tercatat Rp542,73 miliar. Posisi tersebut turun Rp46,34 miliar atau 7,9 persen dibandingkan akhir 2025 sebesar Rp589,08 miliar.
Manajemen menyebut, penurunan kas terutama disebabkan oleh peningkatan pembayaran kepada karyawan, pemasok dan pihak ketiga, perolehan aset tetap, serta penempatan pada aset keuangan lainnya.
Meski kas menurun, manajemen menilai kondisi likuiditas perseroan masih sangat sehat dan memiliki ketahanan finansial yang kuat, tercermin dari rasio likuiditas yang tinggi.
"Namun demikian, Perseroan terus berupaya mengoptimalkan penggunaan kas guna meningkatkan efisiensi modal kerja dan nilai tambah bagi pemegang saham," ujar manajemen.
Untuk menjaga kemampuan likuiditas secara berkelanjutan, PRDA melakukan sejumlah langkah yang berfokus pada efisiensi operasional dan pengelolaan modal kerja secara prudent.