“Meski kami memperkirakan hasil yang kuat di berbagai perusahaan, fokusnya bukan lagi sekadar pada capaian laba, melainkan apakah belanja modal untuk pertumbuhan AI dapat menghasilkan pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan. Hal itu masih menjadi pertanyaan besar,” kata Chief Investment Officer SWBC Chris Brigati, seperti dikutip Reuters.
Menurut dia, periode ketika kenaikan pasar mampu mengangkat hampir seluruh saham mulai bergeser.
Ekspektasi investor kini semakin berfokus pada risiko eksekusi serta seberapa besar prospek kesuksesan di masa depan yang sudah tercermin dalam harga saham saat ini.
Menjelang rilis laporan keuangan perusahaan teknologi AS, indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,85 persen pada perdagangan awal Asia.
Nikkei Jepang menguat 1,2 persen, sedangkan KOSPI Korea Selatan melonjak lebih dari 3 persen.