Hingga semester I-2026, PTAR mencatat penjualan setara emas sebesar 15.000 ons, anjlok 87 persen secara tahunan. Namun, penjualan emas diperkirakan membaik pada semester II-2026 dengan target mencapai sekitar 45.000 ons.
Penjualan Batu Bara Diproyeksi Membaik
Dari segmen batu bara, UNTR mencatat penjualan batu bara termal dan metalurgi dari tambang milik perseroan sebesar 6 juta ton hingga Juni 2026, turun 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kondisi tersebut berpotensi membaik setelah pemerintah menyetujui revisi kenaikan RKAB batu bara nasional pada Agustus 2026. UNTR juga telah memperoleh revisi kuota produksi batu bara, dari sebelumnya 7,5 juta ton menjadi 12,4 juta ton.
Namun, peningkatan kuota produksi belum sepenuhnya dapat diterjemahkan menjadi penjualan. UNTR menghadapi kendala logistik akibat rendahnya curah hujan yang menyebabkan ketinggian air sungai tidak mencukupi untuk dilalui kapal pengangkut batu bara.
Karena kendala tersebut, penjualan batu bara diperkirakan lebih rendah dari kuota produksi yang telah diperoleh. Dengan demikian, UNTR menargetkan penjualan batu bara termal dan metalurgi sebesar 4 juta ton pada semester II-2026, sedangkan sisa produksi akan dijual pada awal 2027.