sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Amman Mineral (AMMN) Cetak Laba Bersih Rp8,6 Triliun pada Semester I-2026

Market news editor Rahmat Fiansyah
21/09/2026 18:40 WIB
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) meraih kinerja positif sepanjang enam bulan pertama 2026 dengan mencatat laba bersih USD497,9 juta.
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) meraih kinerja positif sepanjang enam bulan pertama 2026 dengan mencatat laba bersih USD497,9 juta. (Foto: Ist)
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) meraih kinerja positif sepanjang enam bulan pertama 2026 dengan mencatat laba bersih USD497,9 juta. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) meraih kinerja positif sepanjang enam bulan pertama 2026. Produsen tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia itu mencetak laba bersih sebesar USD497,9 juta atau setara dengan Rp8,6 triliun, berbalik dari posisi rugi USD148,7 juta.

Capaian positif tersebut turut didukung oleh penjualan bersih perseroan yang menembus USD2,05 miliar, ditopang oleh penjualan produk logam murni dan konsentrat tembaga. EBITDA juga ikut meningkat menjadi USD1,13 miliar dengan margin 55 persen.

Direktur Utama PT Amman Mineral Internasional Tbk, Arief Sidarto mengatakan, perseroan akan tetap fokus dalam menjaga pencapaian operasi yang stabil, andal, dan berkelanjutan di seluruh rantai nilai melalui entitas anak usaha, PT Amman Mineral Nusa Tenggara dan PT Amman Mineral Industri.

"Meskipun perkembangan geopolitik, termasuk konflik di Timur Tengah yang dimulai pada 28 Februari tahun ini, telah menyebabkan kenaikan biaya energi, kami tetap yakin terhadap prospek jangka panjang tembaga dan emas serta percaya bahwa AMMN berada pada posisi yang baik untuk menciptakan pertumbuhan berkelanjutan dan nilai jangka panjang," katanya dalam keterangan resmi, Senin (21/9/2026).

Sementara itu, Direktur Keuangan PT Amman Mineral Internasional Tbk, Anthony Mathias menyebut, kinerja penjualan yang kuat di semester I-2026 menjadi faktor utama peningkatan profitabilitas perseroan. Margin EBITDA berada di level 55 persen, sedangkan margin laba bersih mencapai 25 persen.

"Arus kas yang kuat juga mendukung penurunan tingkat utang pada neraca, termasuk melalui pelunasan utang lebih awal yang dilakukan selama periode tersebut, sehingga utang bersih turun 13 persen menjadi USD5 miliar per 30 Juni 2026, disertai dengan perbaikan yang signifikan pada tingkat leverage perseroan," katanya.

Secara operasional, produksi konsentrat tumbuh 81 persen menjadi 347.307 metrik ton kering. Adapun produksi tembaga dan emas masing-masing naik 136 persen menjadi 211 juta pon dan 481 persne menjadi 346.354 ons. Kinerja ini didukung oleh peningkatan penambangan bijih segar serta kadar bijih yang lebih tinggi.

Selain itu, sepanjang Januari-Juni 2026, AMMN juga meningkatkan kapasitas produksi smelter dan PMR sambil menstabilkan operasi. Berdasarkan izin ekspor konsentrat yang berlaku hingga April 2026, perseroan mengekspor 120.079 dmt konsentrat tembaga yang mengandung sekitar 72 juta pon tembaga dan 120.667 ons emas.

Produksi katoda tembaga mencapai 48.756 ton (107 juta pon), sementara produksi emas murni mencapai 122.131 ons. Kinerja smelter juga terus menunjukkan peningkatan yang konsisten dan mencetak rekor baru pada Juli dan Agustus 2026, ketika tingkat input mencapai kapasitas desain.

"Pada Juli 2026, kami berhasil memperoleh Smelter Project Acceptance Certificate dan secara resmi menyelesaikan proyek dengan kontraktor kami, yang menandai pencapaian penting bagi proyek smelter. Kami juga memulai proses komisioning ekspansi pabrik konsentrator dengan bijih pertama berhasil masuk ke pabrik konsentrator pada pertengahan Agustus 2026," kata Arief.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement