IDXChannel - Asosiasi Emiten Indonesia (AEI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkuat sinergi untuk memulihkan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia. Penguatan fundamental emiten, tata kelola, transparansi, serta kualitas perusahaan menjadi sejumlah aspek yang dinilai penting untuk mengembalikan kepercayaan investor.
Hal tersebut mengemuka dalam Musyawarah Anggota AEI 2026 yang mengangkat tema Regaining Investor Trust: Navigating the Future of Indonesia Listed Companies.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Hasan Fawzi mengatakan tema yang diusung AEI sejalan dengan semangat peringatan 49 tahun pasar modal Indonesia. Menurutnya, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk mempercepat reformasi integritas di pasar modal.
"Bagaimana dalam momentum yang baik ini kita kembali mempercepat reformasi integritas untuk meningkatkan tingkat transparansi dan kredibilitas di pasar kita, dan tentu pada akhirnya regaining investor trust, mencapai kembali kepercayaan investor kita," kata Hasan di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Menurut Hasan, kepercayaan investor merupakan fondasi penting untuk terus mengembangkan dan memperdalam pasar modal Indonesia. Dalam hal ini, AEI memiliki posisi strategis dari sisi supply karena mendorong hadirnya perusahaan-perusahaan berkualitas di pasar modal.
"Kepercayaan investor menjadi fondasi yang betul-betul akan menjadi fondasi yang kuat dalam rangka kita terus mengembangkan dan menguatkan pasar modal melalui upaya-upaya pendalaman pasar," ujarnya.
Ketua Umum AEI, Armand Wahyudi Hartono, menilai pemulihan kepercayaan investor pada akhirnya harus ditopang oleh kinerja fundamental perusahaan. Menurutnya, perusahaan tercatat perlu menunjukkan kinerja bisnis yang kuat agar kepercayaan investor dapat kembali terbangun.
"Nomor satu yang untuk mengembalikan kepercayaan investor adalah fundamental performance," kata Armand.
Menurut Armand, penguatan fundamental menjadi pekerjaan penting bagi emiten di tengah berbagai tantangan yang dihadapi pasar. Dengan kinerja perusahaan yang sehat dan berkelanjutan, investor akan memiliki dasar yang lebih kuat dalam menilai prospek investasi di pasar modal Indonesia.
Hal tersebut menjadi semakin penting di tengah kondisi global yang dinamis, termasuk ketidakpastian geopolitik dan perubahan kondisi pasar keuangan global. Karena itu, emiten tidak hanya dituntut menjaga keterbukaan informasi, tetapi juga memperkuat kinerja dan tata kelola perusahaan.
"Sebanyak-banyaknya lebih banyak perusahaan yang kinerjanya semakin bagus, tata kelolanya juga dilaksanakan dengan baik, kegiatan dari annual report, dari analyst meeting juga dilakukan dengan proper, dan keterbukaan informasinya semuanya transparan dengan baik, seharusnya akan lambat laun dengan proses akan menjadi semakin lebih baik," ujar Armand.
Sementara itu, Direktur BEI Jeffrey Hendrik mengatakan AEI merupakan mitra strategis bursa karena emiten atau perusahaan tercatat merupakan salah satu bagian krusial dalam ekosistem pasar modal. Dia berharap AEI dapat semakin solid dan memperkuat kerja sama dengan BEI serta SRO lainnya dalam mengembangkan pasar modal Indonesia.
Jeffrey menegaskan, agenda mengembalikan kepercayaan investor juga menjadi salah satu agenda utama pasar modal Indonesia. Kepercayaan tersebut harus dibangun bukan hanya di kalangan investor asing, tetapi juga investor institusi domestik dan investor ritel.
"Agenda untuk mengembalikan trust dari investor adalah menjadi agenda utama kami. Tidak hanya investor asing, tetapi juga investor institusi domestik kita, dan juga investor ritel kita, harus punya trust dan confidence kepada pasar kita," ujarnya.
(NIA DEVIYANA)