sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Cerita Kolonel Fuad Berlayar dengan Giuseppe Garibaldi, Jadi Calon Komandan Kapal Induk Pertama

Inspirator editor Yuwantoro Winduajie
18/09/2026 18:55 WIB
ITS Giuseppe Garibaldi ke Indonesia menjadi pengalaman bersejarah karena untuk pertama kalinya kapal tersebut diawaki oleh joint crew Indonesia dan Italia.
Cerita Kolonel Fuad Berlayar dengan Giuseppe Garibaldi, Jadi Calon Komandan Kapal Induk Pertama. (Foto: MNC Media)
Cerita Kolonel Fuad Berlayar dengan Giuseppe Garibaldi, Jadi Calon Komandan Kapal Induk Pertama. (Foto: MNC Media)

"Kami belajar, kami mengawaki. Jadi tidak cuma kami belajar, tapi kami juga mengawaki kapal ini, menempati penjagaan, memasak, bekerja setiap hari sesuai bidang, departemen, divisinya masing-masing," ujarnya.

Dia mengakui kendala utama pada awal pelayaran adalah persoalan bahasa dan komunikasi. Namun, menurut Fuad, kru TNI AL mampu beradaptasi dengan memanfaatkan teknologi penerjemah dan membangun hubungan baik dengan kru Italia selama pelayaran.

"Sudah bukan beda negara. Memang kita angkatan laut berbeda. Kita respek dengan aturan dan tradisi masing-masing. Namun untuk misi ini, kita ini sama, membawa kapal ini aman selamat sampai tiba di Indonesia," cetus Perwira lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) tahun 2002 ini.

Fuad menjelaskan, proses persiapan pengawak kapal berlangsung sekitar tiga bulan. Tahap awal dilakukan melalui pelatihan di Kolat Koarmada II selama sekitar satu bulan, kemudian dilanjutkan dengan familiarisasi di pangkalan Angkatan Laut Italia di Taranto selama satu bulan sebelum menjalani pelayaran menuju Indonesia selama sekitar 25 hari.

Setelah peresmian kapal menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September 2026 mendatang, Fuad menyebut total kru yang akan mengawaki kapal mencapai 400 personel. Sebanyak 300 personel lainnya saat ini telah menjalani pelatihan secara paralel di Kolat Koarmada I Jakarta dan akan bergabung setelah peresmian.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement