sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 Digelar, Intip Rangkaian Programnya hingga Oktober

Ecotainment editor Yuwantoro Winduajie
16/09/2026 11:49 WIB
Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, WIG 2026 akan menggali lebih dalam akar kuliner Nusantara sekaligus memperluas promosi di tingkat internasional.
Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 Digelar, Intip Rangkaian Programnya hingga Oktober. (Foto: Kemenpar)
Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 Digelar, Intip Rangkaian Programnya hingga Oktober. (Foto: Kemenpar)

IDXChannelKementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Indonesia Gastronomy Network (IGN) kembali menghadirkan Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 untuk memperkuat posisi kekayaan gastronomi Indonesia untuk daya tarik pariwisata di pasar global. 

Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, WIG 2026 akan menggali lebih dalam akar kuliner Nusantara sekaligus memperluas promosi di tingkat internasional. Rangkaian utama kegiatan akan berpusat di Kota Solo dan Yogyakarta, dengan sejumlah kegiatan pendukung di kota-kota seperti Jakarta, Bali, Semarang, Surabaya, dan lainnya.  

“Melalui Wonderful Indonesia Gastronomy 2026, kami mengajak dunia untuk melihat lebih dekat dan menemukan bahwa perjalanan dari akar budaya lokal menuju pengakuan global bermula di sini, di Indonesia,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam konferensi pers, Selasa (15/9/2026). 

Indonesia memiliki ragam kuliner dengan identitas yang terbentuk dari tradisi lokal, hasil pertanian, serta budaya yang berkembang selama berabad-abad. Dalam perspektif gastronomi, kuliner mencakup ekosistem yang luas. 

Mulai dari petani, peternak, nelayan, produsen, juru masak, pelaku usaha, hingga masyarakat yang menjaga dan meneruskan tradisi pangan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

“Inilah salah satu aset terbesar Indonesia sebagai destinasi wisata, yaitu warisan gastronomi yang begitu kaya dan berakar kuat pada budaya masyarakat. Karena itu, melalui Wonderful Indonesia Gastronomy, kami ingin terus memberikan ruang bagi pelestarian, pengembangan, dan promosi kekayaan tersebut dari tahun ke tahun,” ujar Widiyanti.
 
Pada 2025, Indonesia meraih New Destination Champion Award 2026 dari La Liste, salah satu panduan dan pemeringkat restoran internasional asal Prancis. Penghargaan tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu destinasi gastronomi yang semakin mendapat perhatian di panggung global.

Pada periode yang sama, total kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai 15,39 juta. Sepanjang Januari–Juli 2026, jumlah kunjungan wisman telah mencapai 8,98 juta. 

Tahun ini, Kementerian Pariwisata menargetkan 16–17 juta kunjungan wisman. Gastronomi menjadi salah satu daya tarik yang diharapkan dapat memperkuat pencapaian target tersebut sekaligus memperluas pengalaman wisatawan selama berada di Indonesia. 

Tema WIG 2026 dan Rangkaian Program 

Tahun ini, Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 kembali diselenggarakan dengan mengusung tema “From Local Roots to Global Recognition.” Rangkaian utama program akan berlangsung di Solo dan Yogyakarta pada 26 September–4 Oktober 2026.
 
Jika pada penyelenggaraan sebelumnya WIG banyak memperkenalkan gourmet dining scene Indonesia, tahun ini cakupannya diperluas untuk menghadirkan spektrum gastronomi Indonesia secara lebih utuh. 

Mulai dari asal-usul bahan dan hidangan, kearifan lokal, tradisi serta filosofi di balik makanan, hingga bagaimana seluruh kekayaan tersebut diterjemahkan ke dalam pengalaman gastronomi masa kini.
 
Rangkaian utama WIG 2026 akan dibuka secara resmi di Pura Mangkunegaran, Solo, pada 26 September 2026, sekaligus menjadi awal dari berbagai agenda gastronomi yang berlangsung hingga akhir December.
 
Sebagai bagian dari rangkaian WIG 2026, Kementerian Pariwisata juga meluncurkan Indonesia Gourmet Guide dan Indonesia Local Eateries pada September 2026. Kedua publikasi tersebut menjadi panduan untuk memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia melalui perspektif yang berbeda namun saling melengkapi.

Indonesia Gourmet Guide, yang tahun ini memasuki edisi kedua, mengulas berbagai restoran terkurasi di sejumlah kota yang menjadi bagian dari penyelenggaraan program. 

Sementara itu, Indonesia Local Eateries memperluas cakupan hingga ke rumah makan, kedai, pasar, dan pusat kuliner yang merepresentasikan budaya makan sehari-hari masyarakat Indonesia serta kekayaan kuliner yang tumbuh dan hidup di berbagai daerah.
 
WIG 2026 juga menghadirkan “Artisan Market” di Grand Hotel De Djokja, Yogyakarta, pada 2–4 Oktober 2026. Kegiatan yang terbuka untuk umum ini akan menghadirkan 21 tenant dari wilayah Joglosemar dan Jakarta, dengan beragam sajian ikonik dan produk gastronomi lokal, mulai dari keju artisanal, madu murni, teh, hingga berbagai produk lainnya.
 
Selain itu, 13 kolaborator akan terlibat dalam berbagai kegiatan, termasuk workshop dan food tasting. Selama tiga hari penyelenggaraan, Artisan Market ditargetkan dapat menarik hingga 1.300 pengunjung.
  
Salah satu program yang menjadi perhatian dalam penyelenggaraan WIG 2026 adalah “Chef Collaboration”, yang berlangsung sepanjang Oktober 2026. 

Program ini mempertemukan para chef, hotel, restoran, serta pelaku industri kreatif untuk menghadirkan pengalaman gastronomi khusus bagi masyarakat, sekaligus mendorong kunjungan dan transaksi di sektor pariwisata.
 
Sejumlah kolaborasi yang akan dihadirkan antara lain The Dharmawangsa Jakarta bersama Chef Emmanuel Julio dan Chef Ragil Imam Wibowo yang mengangkat kekayaan bahari Indonesia melalui tema Blue Food; Fairmont Jakarta bersama Chef Petty Elliott, penulis buku The Indonesian Vegetarian Table; Park Hyatt Jakarta bersama Indonesian Pastry Bakery Society; ROSO at The Meru Bali bersama Chef Degan Septoadji; serta Hotel Indonesia Kempinski Jakarta bersama Chef Jovan Koraag dari Mata Karanjang.
 
Di Yogyakarta, ROSO at Grand Hotel De Djokja akan menghadirkan Chef Philip Walasary dalam dua kolaborasi bersama Chef Agus Hermawan, Culinary Ambassador Indonesia di Belanda dari Ron Gastrobar, dan Chef Glennaldy Adrian Erari dari SEMAJA. Program ini juga melibatkan Alice at The Langham Jakarta bersama Chef Maurizio Bombini dari MAURI Restaurant Bali, Capella Ubud bersama Chef Ade Putri, serta special brunch di Obin House.
 
Setiap kolaborasi akan menghadirkan kreasi dan pengalaman gastronomi yang dikembangkan secara khusus dan tersedia dalam periode tertentu selama penyelenggaraan WIG 2026.
 
Ketua Indonesia Gastronomy Network, Vita Datau, mengatakan WIG tidak hanya ditujukan untuk memperkenalkan lanskap kuliner Indonesia, tetapi juga untuk membangun ekosistem, termasuk mendorong peningkatan ekonomi para pelaku industri yang dapat menopang masa depan gastronomi nasional. 

Menurutnya, perjalanan tersebut terus berkembang dengan menghadirkan cerita, pelaku, serta peluang baru pada setiap penyelenggaraan.
 
"Bagi kami, gastronomi bukan semata tentang apa yang tersaji di atas piring. Gastronomi adalah sebuah cara untuk memahami dari mana kita berasal, bagaimana masyarakat kita menjalani kehidupan, serta apa yang menjadikan setiap daerah di Indonesia begitu khas dan berbeda," ujar Vita Datau.
 


(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement