Penelitian tersebut mengamati perubahan kondisi neurologis pada kelompok orang yang menyempatkan tidur siang selama kurang lebih satu jam dibandingkan dengan mereka yang terus beraktivitas tanpa istirahat.
Hasil pengamatan pada jaringan otak menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan setelah seseorang mendapatkan istirahat yang cukup di siang hari. Dokter Adam menjelaskan bahwa proses ini membantu sel-sel saraf kembali terhubung dan siap bekerja secara efektif.
“Ada penelitian yang membandingkan orang yang sengaja tidur siang sekitar 1 jam dengan yang tidak tidur siang. Ternyata setelah tidur siang, kapasitas sel saraf untuk berinteraksi dan membuat 'sambungan' baru dengan sel saraf lainnya juga meningkat. Artinya, otak lebih siap untuk bekerja dan menyimpan informasi baru,” tutur dia.
Meski tidur siang terbukti ampuh menyegarkan kembali kapasitas otak dalam menyerap informasi baru, dr. Adam mengingatkan agar masyarakat tidak salah kaprah.
Tidur siang berfungsi sebagai sarana pemulihan energi di sela aktivitas harian, bukan sebagai alat untuk menggantikan kekurangan waktu tidur di malam hari. Dalam hal ini, tidur siang yang menggantikan kurang tidur di malam hari tidak berfungsi layaknya tidur siang untuk pemulihan energi.