Pengeluaran tersebut mencakup akomodasi, makanan dan minuman, cendera mata, hiburan, hingga paket tur lokal.
Aktivitas belanja wisatawan turut membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha dalam negeri, terutama karena lebih dari 95 persen usaha pariwisata di Indonesia merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, mengatakan, pembangunan pariwisata tidak hanya berfokus pada jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga dampaknya terhadap perekonomian masyarakat dan pemerataan di berbagai daerah.
“Dua tahun terakhir, pariwisata Indonesia terus bertumbuh. Tahun 2025 menjadi salah satu tahun penting bagi pertumbuhan pariwisata Indonesia dan momentum itu berlanjut hingga 2026,” ujar Widiyanti.
(Kidung Dhia)