sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Transisi Energi dan Hilirisasi Dinilai Bisa Jadi Strategi RI Terbebas dari Middle Income Trap

Economics editor Nia Deviyana
10/10/2026 04:00 WIB
Transisi energi bagi Indonesia bukanlah tujuan akhir, melainkan peluang untuk mencapai kemakmuran dan memperkuat ketahanan energi nasional.
Transisi Energi dan Hilirisasi Dinilai Bisa Jadi Strategi RI Terbebas dari Middle Income Trap. Foto: iNews Media Group.
Transisi Energi dan Hilirisasi Dinilai Bisa Jadi Strategi RI Terbebas dari Middle Income Trap. Foto: iNews Media Group.

Melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, sekitar 76 persen atau 52,9 GW berasal dari energi baru dan terbarukan serta sistem penyimpanan energi. Pelaksanaannya diperkirakan membuka peluang investasi hingga Rp2.133,7 triliun.

Besarnya kebutuhan investasi tersebut menegaskan pentingnya kesiapan proyek dan skema pembiayaan jangka panjang. Proyek energi, infrastruktur, dan hilirisasi membutuhkan perencanaan serta struktur investasi yang mampu memberikan kepastian bagi investor sekaligus menghasilkan manfaat ekonomi dan sosial.

Dalam konteks ini, DDMF menjalankan mandat untuk mendukung pembangunan nasional melalui investasi pada proyek strategis, dengan fokus pada ketahanan dan kedaulatan nasional, infrastruktur esensial, serta hilirisasi dan industrialisasi. DDMF juga berperan dalam mempersiapkan proyek agar layak investasi dan mampu menarik partisipasi modal swasta.

“Persoalannya bukan semata-mata ketersediaan modal, melainkan bagaimana menyiapkan proyek yang layak investasi. DDMF akan berperan dalam pengembangan dan penyiapan proyek strategis, sekaligus berpartisipasi melalui penempatan modal. Dengan demikian, kami berharap dapat memberikan keyakinan kepada mitra investasi untuk bersama-sama mendukung pembangunan nasional,” kata Rahmat.

Melalui pendekatan ini, DDMF berupaya mempertemukan kebutuhan pembangunan dengan sumber pembiayaan jangka panjang. Integrasi transisi energi, hilirisasi, dan investasi diharapkan dapat memperkuat struktur perekonomian nasional, meningkatkan produktivitas, serta mempercepat langkah Indonesia menuju negara berpendapatan tinggi pada 2045.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement